Ayub
1
Kesalehan Nabi Ayub Dicoba
1 Ada seorang laki-laki di Tanah Us bernama Ayub. Orang itu saleh dan jujur, bertakwa kepada Allah dan menjauhi kejahatan. 2 Ia dikaruniai tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan. 3 Ia pun memiliki 7.000 ekor kambing dan domba, 3.000 ekor unta, 500 pasang sapi, 500 pasang keledai betina, dan sangat banyak hamba. Dengan demikian, orang itu menjadi orang terkaya dari semua bani Timura .
4 Anak-anak lelakinya biasa mengadakan perjamuan di rumah mereka masing-masing menurut hari gilirannya, dan mereka akan menyuruh orang untuk mengundang ketiga saudara perempuan mereka makan dan minum bersama mereka. 5 Apabila hari-hari perjamuan telah berlalu, Ayub selalu memanggil dan menyucikan mereka. Ia bangun pagi-pagi dan mempersembahkan kurban bakaran menurut jumlah mereka semua karena pikir Ayub, “Jangan-jangan anak-anakku telah berdosa dan mengutuki Allah di dalam hati mereka.” Demikianlah diperbuat Ayub senantiasa.
6 Pada suatu hari datanglah makhluk-makhluk ilahib menghadap Allah, dan di tengah-tengah mereka datanglah juga Setan. 7 Berfirmanlah Allah kepada Setan, “Dari mana engkau?”
Jawab Setan kepada Allah, “Dari perjalanan mengelilingi bumi dan menjelajahinya.”
8 Firman Allah kepada Setan, “Sudahkah kauperhatikan hamba-Ku Ayub? Sesungguhnya, tidak ada orang yang seperti dia di bumi. Ia seorang yang saleh dan jujur, bertakwa kepada Allah serta menjauhi kejahatan.”
9 c Jawab Setan kepada Allah, “Apakah Ayub bertakwa kepada Allah tanpa mengharapkan imbalan? 10 Bukankah Engkau membuat pagar di sekeliling dia, rumahnya, dan segala miliknya? Engkau memberkahi pekerjaan tangannya, dan ternaknya makin bertambah di negeri itu. 11 Tetapi, coba ulurkan tangan-Mu dan sentuhlah segala miliknya, pasti ia akan mengutuki Engkau di hadapan-Mu.”
12 Maka, firman Allah kepada Setan, “Nah, segala miliknya ada dalam kuasamu. Hanya, jangan kausentuh dirinya.” Kemudian, pergilah Setan dari hadirat Allah.
13 Pada suatu hari, ketika anak-anak Ayub, baik laki-laki maupun perempuan, sedang makan dan minum anggur di rumah abang mereka yang sulung, 14 datanglah seorang pesuruh kepada Ayub dan berkata, “Ketika sapi-sapi sedang membajak dan keledai-keledai betina merumput di sebelahnya, 15 orang Syeba datang menyerbu dan merampas semuanya. Mereka membunuh para penjaga dengan mata pedang. Hanya hamba sendirilah yang terluput sehingga dapat memberitahukannya kepada Tuan.”
16 Sementara orang itu berbicara, datanglah seorang yang lain lagi dan berkata, “Api Allah menyambar dari langit, membakar kawanan kambing domba dan para penjaganya serta menghanguskan mereka. Hanya hamba sendirilah yang terluput sehingga dapat memberitahukannya kepada Tuan.”
17 Sementara orang itu berbicara, datanglah seorang yang lain lagi dan berkata, “Orang Kasdim membentuk tiga pasukan dan menyerbu kawanan unta. Mereka merampas semuanya dan membunuh para penjaganya dengan mata pedang. Hanya hamba sendirilah yang terluput sehingga dapat memberitahukannya kepada Tuan.”
18 Sementara orang itu berbicara, datanglah seorang yang lain lagi dan berkata, “Anak-anak Tuan, baik laki-laki maupun perempuan, sedang makan-makan dan minum anggur di rumah abang mereka yang sulung. 19 Tiba-tiba datanglah angin besar dari seberang padang belantara menghantam keempat penjuru rumah itu, lalu rumah itu pun rubuh menimpa orang-orang muda itu sehingga mereka semua tewas. Hanya hamba sendirilah yang terluput sehingga dapat memberitahukannya kepada Tuan.”
20 Maka, berdirilah Ayub, lalu mengoyakkan jubahnya dan mencukur kepalanya. Ia bersujud di tanah dan menyembah, 21 katanya,
“Dengan telanjang aku keluar dari rahim ibuku,
dan dengan telanjang juga aku akan kembali ke sana.
Allah yang memberi, Allah yang mengambil,
segala puji bagi nama Allah!”
22 Dalam semua hal ini Ayub tidak berdosa dan tidak menganggap Allah berbuat salah.
 
2
1 Pada suatu hari datanglah lagi makhluk-makhluk ilahi menghadap Allah, dan di tengah-tengah mereka datang juga Setan untuk menghadap Allah. 2 Berfirmanlah Allah kepada Setan, “Dari mana engkau?”
Jawab Setan kepada Allah, “Dari perjalanan mengelilingi bumi dan menjelajahinya.”
3 Firman Allah kepada Setan, “Sudahkah kauperhatikan hamba-Ku Ayub? Sesungguhnya, tidak ada orang yang seperti dia di bumi. Ia seorang yang saleh dan jujur, bertakwa kepada Allah serta menjauhi kejahatan. Ia tetap memegang teguh kesalehannya, sungguhpun engkau telah menghasut Aku untuk mencelakakan dia dengan tidak semena-mena.”
4 Jawab Setan kepada Allah, “Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala miliknya ganti nyawanya. 5 Tetapi, coba ulurkan tangan-Mu dan sentuhlah tulang serta dagingnya, pasti ia akan mengutuki Engkau di hadapan-Mu.”
6 Maka, firman Allah kepada Setan, “Nah, ia ada dalam kuasamu. Akan tetapi, jagalah nyawanya!”
7 Kemudian, Setan pergi dari hadirat Allah. Dihajarnya Ayub dengan bisul yang parah dari telapak kaki sampai ke ubun-ubunnya. 8 Ayub mengambil sekeping tembikar untuk menggaruk-garuk badannya, dan ia duduk di tengah-tengah abu.
9 Istrinya berkata kepadanya, “Masakan masih kaupegang teguh kesalehanmu? Kutukilah Allah dan matilah!”
10 Tetapi, kata Ayub kepadanya, “Engkau berbicara seperti seorang perempuan bodoh. Masakan kita mau menerima yang baik dari Allah, dan tidak mau menerima yang buruk?”
Dalam semua hal ini Ayub tidak berdosa dengan bibirnya.
Kedatangan Tiga Sahabat Nabi Ayub
11 Kabar tentang segala malapetaka yang menimpa Ayub itu didengar oleh ketiga sahabatnya, yaitu Elifas orang Teman, Bildad orang Suah, dan Zofar orang Naama. Maka, mereka pun bermufakat dan bersiap datang dari tempat masing-masing untuk turut berdukacita bersama-sama dengan dia serta menghibur dia. 12 Ketika mereka memandang dia dari kejauhan dan tidak dapat mengenalinya lagi, menangislah mereka dengan suara nyaring. Mereka mengoyakkan jubah masing-masing dan menghamburkan debu ke langit, ke atas kepala mereka. 13 Kemudian, mereka duduk di tanah bersamanya tujuh hari tujuh malam lamanya. Tidak ada yang mengucapkan sepatah kata pun kepadanya karena mereka melihat bahwa penderitaannya berat sekali.
 
3
Keluh Kesah Nabi Ayub
1 Setelah itu, Ayub membuka mulutnya dan mengutuki hari kelahirannya. 2 Kata Ayub,
3 “Biarlah binasa hari ketika aku dilahirkan
dan malam ketika orang mengatakan, ‘Seorang anak laki-laki dikandung!’
4 Biarlah hari itu menjadi kegelapan.
Janganlah Allah mengindahkannya dari atas,
janganlah cahaya menyinarinya.
5 Biarlah kegelapan dan bayang-bayang maut menuntut
agar hari itu menjadi miliknya;
biarlah awan menyaputnya,
dan apa yang membuat siang menjadi gelap mengejutkannya.
6 Malam itu—biarlah kekelaman merenggutnya.
Janganlah ia bersukaria bersama hari-hari dalam setahun,
janganlah ia termasuk bilangan bulan-bulan.
7 Ya, biarlah malam itu menjadi mandul,
janganlah terdengar sorak-sorai di dalamnya.
8 Biarlah ia dikutuki oleh para pengutuk hari,
oleh orang-orang yang siap membangunkan Lewiatana .
9 Biarlah bintang-bintang senjanya menjadi gelap.
Biarlah ia mengharapkan terang, tetapi tidak mendapatkannya,
dan janganlah ia melihat merekahnya fajar
10 karena tidak ditutupnya pintu-pintu kandungan ibuku
dan tidak disembunyikannya kesukaran dari mataku.
11 Mengapa aku tidak mati sejak dalam rahim,
atau putus nyawa ketika aku keluar dari kandungan?
12 Mengapa pangkuan menyambut aku?
Mengapa ada buah dada sehingga aku dapat menyusu?
13 Kalau tidak, sekarang aku sudah berbaring dengan sentosa,
aku sudah tidur dan beristirahat
14 dengan para raja dan para penasihat bumi
yang membangun kembali reruntuhan bagi dirinya,
15 atau dengan para pembesar pemilik emas,
yang memenuhi rumah mereka dengan perak.
16 Atau, mengapa aku tidak seperti anak gugur yang disembunyikan,
seperti bayi yang tidak pernah melihat terang?
17 Di sanalah orang-orang fasik berhenti meresahkan,
di sanalah orang yang kehabisan tenaga beristirahat.
18 Para tahanan pun merasa nyaman bersama-sama,
mereka tidak lagi mendengar suara pengerah.
19 Orang kecil dan orang besar ada di sana,
dan hamba merdeka dari tuannya.
20 Mengapa terang diberikan kepada orang yang dalam kesukaran,
dan hidup kepada orang yang pahit hati?
21 Mereka merindukan maut, tetapi maut tidak datang;
mereka mencarinya lebih daripada harta karun;
22 mereka luar biasa gembira
dan girang ketika menemukan kubur.
23 Mengapa terang diberikan kepada laki-laki yang jalannya tersembunyi,
yang dipagari Allah?
24 Keluh kesahku datang sebagai ganti makananku
dan raunganku tercurah seperti air.
25 Hal yang kutakuti telah mendatangiku,
dan hal yang kugentari telah menimpaku.
26 Aku tidak tenang, aku tidak sentosa,
aku tidak mendapat istirahat;
sebaliknya, keresahanlah yang datang.”
 
4
PERCAKAPAN NABI AYUB DENGAN SAHABAT-SAHABATNYA
PASAL 4-31
Elifas Menegur Nabi Ayub
1 Maka, Elifas, orang Teman itu, menjawab,
2 “Jika orang mencoba berkata-kata kepadamu, kesalkah engkau?
Tetapi, siapa dapat menahan diri untuk tidak berbicara?
3 Sesungguhnya, engkau telah mengajar banyak orang,
dan engkau telah menguatkan tangan yang lemah.
4 Perkataanmu telah menegakkan orang yang jatuh,
dan engkau telah meneguhkan lutut yang lemas.
5 Tetapi sekarang, engkau yang tertimpa dan engkau kesal,
engkau yang terkena dan engkau terkejut.
6 Bukankah ketakwaanmu menjadi andalanmu,
dan ketulusan hidupmu menjadi pengharapanmu?
7 Pikirkanlah, siapa binasa jika tak bersalah?
Di manakah ada orang benar dilenyapkan?
8 Menurut pengamatanku, orang yang membajak kejahatan
dan yang menabur kezaliman, ia akan menuai hal itu juga.
9 Oleh napas Allah mereka binasa,
oleh hembusan hidung-Nya mereka dihabisi.
10 Singa boleh mengaum, singa boleh bersuara,
tetapi gigi-gigi singa muda dipatahkan.
11 Singa jantan binasa sebab kekurangan mangsa,
dan anak-anak singa betina tercerai-berai.
12 Suatu hal disampaikan kepadaku secara diam-diam,
telingaku menangkap bisikannya.
13 Dalam kegelisahan karena penglihatan pada malam hari,
ketika tidur yang lelap melanda manusia,
14 kedahsyatan dan kegentaran menimpaku,
membuat tulang-belulangku gemetar.
15 Suatu ruh melintas di depanku,
meremanglah bulu romaku.
16 Ia berhenti, tetapi tidak dapat kukenali rupanya.
Suatu wujud hadir di depan mataku,
hening, lalu kudengar suara,
17 ‘Masakan manusia lebih benar daripada Allah?
Masakan manusia lebih suci daripada Khaliknya?’
18 Kalau hamba-hamba-Nya saja tidak dipercayai-Nya,
dan malaikat-malaikat-Nya didakwa-Nya bersalah,
19 apalagi mereka yang diam dalam rumah tanah liat,
yang dasarnya ada dalam debu, dan yang hancur oleh ngengat.
20 Di antara pagi dan petang mereka diremukkan,
mereka binasa untuk selama-lamanya tanpa dihiraukan.
21 Bukankah tali kemah mereka dicabut?
Mereka mati tanpa hikmat.
 
5
1 Berserulah! Adakah yang akan menjawabmu?
Kepada siapa di antara malaikat-malaikat suci engkau hendak berpaling?
2 Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh rasa kesal,
dan orang lugu dimatikan oleh dengki.
3 Aku pernah melihat orang bodoh berakar,
tetapi serta-merta kukutuki kediamannya.
4 Anak-anaknya jauh dari selamat,
mereka dihancurkan di pintu gerbang tanpa ada yang menolong.
5 Apa yang dituainya, dimakan habis oleh orang yang kelaparan,
direnggut, bahkan dari antara duri-duri,
dan orang yang dahaga menghasratkan kekayaannya.
6 Kesusahan tidak terbit dari debu
dan kesukaran tidak tumbuh dari tanah,
7 tetapi manusia dilahirkan bagi kesukaran,
seperti bunga api melayang tinggi.
8 Tetapi, aku, tentu aku akan mencari hadirat Allah,
kepada Allah akan kuserahkan perkaraku.
9 Ia melakukan hal-hal besar yang tak terselidiki,
hal-hal ajaib yang tak terhingga jumlahnya.
10 Ia menurunkan hujan ke permukaan bumi,
dan mengirimkan air ke permukaan padang.
11 Ditempatkan-Nya orang yang rendah pada kedudukan yang tinggi,
dan orang yang berdukacita diangkat supaya selamat.
12 Digagalkan-Nya rancangan orang cerdik
sehingga upaya tangan mereka tidak berhasil.
13 a Ditangkap-Nya orang pintar dalam kecerdikannya sendiri,
dan rencana orang yang berbelat-belit lekas ditiadakan.
14 Pada siang hari mereka menjumpai kegelapan,
pada tengah hari mereka meraba-raba seperti pada malam hari.
15 Tetapi, Ia menyelamatkan orang melarat
dari pedang yang keluar dari mulut orang cerdik,
bahkan dari tangan orang yang kuat.
16 Dengan demikian, orang miskin mempunyai harapan,
dan kezaliman tutup mulut.
17 b Sesungguhnya, berbahagialah orang yang ditegur Allah.
Sebab itu, janganlah kaupandang rendah didikan Yang Mahakuasa.
18 Ia melukai, tetapi juga membalut.
Ia meremukkan, tetapi tangan-Nya juga menyembuhkan.
19 Ia akan melepaskan engkau dari enam kesesakan,
dan dalam yang ketujuh engkau tidak akan terkena malapetaka.
20 Pada masa kelaparan Ia akan menebus engkau dari maut,
dan pada masa perang dari kuasa pedang.
21 Engkau akan terlindung dari cemeti lidah orang,
engkau tidak akan takut ketika kemusnahan datang.
22 Kemusnahan dan kelaparan akan kautertawakan,
binatang liar tidak akan kautakuti.
23 Dengan batu-batu di padang engkau akan mengadakan perjanjian,
binatang liar akan berdamai dengan engkau.
24 Engkau akan menyadari bahwa kemahmu sejahtera,
ketika engkau memeriksa kediamanmu, engkau tidak akan kehilangan apa-apa.
25 Engkau akan menyadari bahwa keturunanmu menjadi banyak
dan anak-cucumu seperti rumput di tanah.
26 Engkau akan masuk kubur dalam umur penuh
seperti tumpukan gandum dibawa masuk pada musimnya.
27 Sesungguhnya, hal-hal ini sudah kami selidiki, dan memang demikianlah adanya.
Dengarlah dan camkanlah!”
 
6
Nabi Ayub Kecewa terhadap Sahabat-sahabatnya
1 Lalu, Ayub menjawab,
2 “Ah, sekiranya kekesalanku ditimbang
dan kemalanganku diletakkan pula pada neraca,
3 pastilah beratnya melebihi pasir di laut.
Itulah sebabnya, perkataanku terburu nafsu.
4 Anak-anak panah Yang Mahakuasa menembus tubuhku,
hatiku meminum racunnya.
Kengerian dari Allah berbaris melawan aku.
5 Apakah keledai liar meringkik di dekat rumput muda?
Apakah sapi melenguh di dekat makanannya?
6 Masakan makanan hambar dimakan tanpa garam?
Apakah putih telur ada rasanya?
7 Aku tidak mau menjamahnya,
semua itu seperti makanan yang memuakkan bagiku.
8 Kalau saja permintaanku terkabul,
dan Allah mengaruniakan apa yang kuharapkan!
9 Kiranya Allah berkenan menghancurkan aku,
kiranya Ia membiarkan tangan-Nya menghabisi aku.
10 Inilah yang masih menjadi penghiburan bagiku—
bahkan aku akan melompat gembira
dalam kesakitan yang tak kenal belas kasihan—
bahwa aku tidak pernah menyangkal firman dari Yang Mahasuci.
11 Apa dayaku sehingga aku harus berharap?
Bagaimana akhir hidupku sehingga aku harus bersabar?
12 Apakah kekuatanku seperti kekuatan batu?
Apakah tubuhku ini tembaga?
13 Bukankah tidak ada pertolongan bagiku,
dan keberhasilan terhalau dariku?
14 Orang yang putus asa sepatutnya dikasihani oleh sahabatnya
sekalipun orang itu mengabaikan ketakwaan kepada Yang Mahakuasa.
15 Saudara-saudaraku khianat seperti sungai,
seperti alur sungai yang mengalir lenyap,
16 yang gelap karena es,
di dalamnya salju bersembunyi.
17 Pada musim kemarau mereka lenyap,
ketika kena panas mereka hilang dari tempatnya.
18 Kafilah-kafilah yang mengikuti jalannya menyimpang,
mereka naik ke padang tandus, lalu binasa.
19 Kafilah-kafilah Tema mencari-cari,
rombongan-rombongan Syeba mengharapkannya,
20 tetapi mereka kecewa karena mereka sudah yakin mulanya.
Sesampainya di sana mereka malu.
21 Sekarang, kamu ini pun tidak ada gunanya,
kamu melihat hal yang mengerikan, lalu takut.
22 Pernahkah aku berkata, ‘Berilah aku sesuatu,’
atau, ‘Berilah aku uang suap dari kekayaanmu,’
23 atau, ‘Lepaskanlah aku dari tangan lawan,’
atau, ‘Tebuslah aku dari tangan orang kejam’?
24 Ajarilah aku maka aku akan berdiam diri,
beri tahu aku dalam hal apa aku bersalah.
25 Betapa kerasnya perkataan yang jujur!
Tetapi, apakah yang dinyatakan oleh teguranmu itu?
26 Apakah kamu bermaksud menegur perkataan
dan menganggap penuturan orang yang putus asa seperti angin?
27 Bahkan kamu membuang undi atas anak yatim
dan memperdagangkan sahabatmu.
28 Sekarang, sudilah memandang aku,
aku tidak akan berdusta di hadapanmu.
29 Kumohon berpalinglah, janganlah kezaliman terjadi.
Berpalinglah, aku pasti benar.
30 Adakah kezaliman pada lidahku?
Masakan langit-langit mulutku tidak dapat membedakan kemalangan?
 
7
Hidup Itu Berat
1 Bukankah manusia harus berjuang di bumi,
dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?
2 Seperti seorang hamba yang merindukan naungan,
seperti seorang upahan yang menantikan upahnya,
3 demikianlah dibagikan kepadaku bulan-bulan yang sia-sia,
dan malam-malam yang melelahkan ditentukan bagiku.
4 Jika aku berbaring, aku berpikir, ‘Bilakah aku akan bangun?’
Tetapi, malam berlanjut dan aku dipenuhi kegelisahan sampai fajar.
5 Tubuhku berselubung belatung dan gumpalan debu,
kulitku mengeras, lalu pecah.
6 Hari-hariku lebih cepat daripada torak penenun,
dan berakhir tanpa pengharapan.
7 Ingatlah bahwa nyawaku seperti embusan napas saja.
Mataku tidak akan melihat kebaikan lagi.
8 Mata orang yang melihat aku tidak akan memandang aku lagi.
Engkau akan mencari aku, tetapi aku tidak ada lagi.
9 Seperti awan lenyap dan menghilang,
demikian juga orang yang turun ke alam kubur tidak akan naik lagi.
10 Ia tidak akan kembali lagi ke rumahnya,
tempat tinggalnya tidak akan mengenal dia lagi.
11 Sebab itu, aku tidak mau menahan mulutku.
Aku akan berbicara dalam kesesakan hatiku,
aku akan mengeluh dalam kepahitan jiwaku.
12 Lautkah aku atau naga laut
sehingga Engkau menempatkan penjaga atasku?
13 Apabila aku berpikir, ‘Tempat tidurku akan menghibur aku,
ranjangku akan meringankan keluhanku,’
14 maka Engkau mengejutkan aku dengan mimpi-mimpi
dan membuat aku takut dengan penglihatan-penglihatan
15 sehingga aku lebih memilih dicekik
dan mati daripada tubuhku ini.
16 Aku jemu, aku tidak mau hidup terus,
biarkanlah aku karena hari-hariku sia-sia belaka.
17 a Apakah gerangan manusia sehingga Engkau membesar-besarkan dia,
sehingga Engkau memperhatikan dia,
18 sehingga Engkau melawat dia setiap pagi
dan menguji dia setiap saat?
19 Kapankah Engkau mengalihkan pandangan-Mu dariku,
dan membiarkan aku sehingga aku dapat menelan ludahku?
20 Kalau aku berdosa, apa yang telah kulakukan terhadap Engkau,
ya Pengawas manusia?
Mengapa Engkau menjadikan aku sasaran-Mu
sehingga aku menjadi beban bagi diriku sendiri?
21 Mengapa Engkau tidak mengampuni pelanggaranku
dan menghapuskan kesalahanku?
Sekarang aku akan berbaring dalam debu.
Engkau akan mencari aku dengan saksama, tetapi aku tidak akan ada lagi.”
 
8
Bildad Membela Keadilan Hukuman Allah
1 Maka, Bildad, orang Suah itu, menjawab,
2 “Berapa lama lagi engkau akan bertutur demikian?
Perkataan mulutmu seperti angin ribut.
3 Masakan Allah membengkokkan keadilan?
Masakan Yang Mahakuasa membengkokkan kebenaran?
4 Jika anak-anakmu telah berdosa terhadap Dia,
maka Ia telah menyerahkan mereka ke dalam kuasa pelanggaran mereka.
5 Jika engkau mencari hadirat Allah dengan tekun
dan memohon belas kasihan kepada Yang Mahakuasa,
6 jika engkau suci dan jujur,
pastilah Ia akan bertindak bagimu
dan memulihkan kediaman yang menjadi hakmu.
7 Walaupun pada awalnya engkau hina,
pada akhirnya engkau akan menjadi sangat mulia.
8 Tanyakanlah kepada angkatan yang terdahulu
dan perhatikanlah apa yang diselidiki oleh nenek moyang mereka
9 karena kita ini baru lahir kemarin dan tidak tahu apa-apa,
hari-hari kita di bumi seperti bayang-bayang saja.
10 Bukankah mereka yang harus mengajari engkau, berbicara kepadamu,
dan mengutarakan perkataan dari hati mereka?
11 Dapatkah papirus tumbuh kalau bukan di rawa-rawa?
Dapatkah mensiang tumbuh besar tanpa air?
12 Selagi hijau dan belum dipotong,
ia layu lebih dahulu daripada segala rumput.
13 Demikianlah jalan hidup semua orang yang melupakan Allah.
Harapan orang munafik putus,
14 keyakinannya dipatahkan,
andalannya seperti sarang laba-laba.
15 Ia bersandar pada rumahnya, tetapi rumahnya itu tidak tetap tegak.
Ia berpegang padanya, tetapi rumah itu tidak bertahan.
16 Ia tumbuh segar di hadapan matahari,
pucuk-pucuknya menjulur di tamannya.
17 Akar-akarnya membelit timbunan batu,
mencari tempat di antara batu-batu.
18 Jika ia disingkirkan dari tempatnya,
maka tempatnya itu akan menyangkal dia, katanya, ‘Aku belum pernah melihatmu.’
19 Demikianlah kegirangan hidupnya,
dan tumbuh-tumbuhan lain akan bertunas dari tanah.
20 Ketahuilah, Allah tidak menolak orang saleh
dan tidak menolong orang yang berbuat jahat.
21 Ia masih akan memenuhi mulutmu dengan tawa
dan bibirmu dengan sorak-sorai.
22 Orang-orang yang membencimu akan diliputi malu
dan kemah orang fasik tidak akan ada lagi.”
 
9
Nabi Ayub: Tak Seorang Pun Dapat Bertahan di Hadapan Allah
1 Lalu, Ayub menjawab,
2 “Sungguh, aku tahu bahwa demikianlah adanya.
Tetapi, bagaimana manusia bisa benar di hadapan Allah?
3 Jika ia ingin beperkara dengan-Nya,
maka tak satu pun dari seribu pertanyaan dapat dijawabnya.
4 Allah itu bijak hati-Nya dan besar kuasa-Nya.
Siapa dapat bersikeras melawan Dia dan tetap selamat?
5 Ia yang memindahkan gunung-gunung tanpa diketahui orang,
yang menjungkirbalikkan semua itu dalam murka-Nya.
6 Ia yang menggerakkan bumi dari tempatnya
sehingga tiang-tiangnya berguncang.
7 Ia yang memberi perintah kepada matahari sehingga tidak terbit,
dan yang memeteraikan bintang-bintang.
8 Ia sendiri yang membentangkan langit,
dan berpijak pada gelombang-gelombang laut.
9 a Ia yang menjadikan bintang Biduk, bintang Belantik,
bintang Kartika, dan gugusan bintang-bintang selatan.
10 Ia melakukan hal-hal besar yang tak terselidiki,
dan hal-hal ajaib yang tak terhitung.
11 Jika Ia melewati aku, aku tidak melihat-Nya.
Jika Ia melintas, aku tidak menyadari-Nya.
12 Jika Ia menyambar, siapa dapat menahan-Nya?
Siapa dapat berkata kepada-Nya, ‘Apa yang Kaulakukan?’
13 Allah tidak akan menahan murka-Nya,
para pembantu Rahabb tunduk di bawah kuasa-Nya.
14 Bagaimana pula aku dapat menjawab Dia,
atau memilih kata-kataku di hadapan-Nya?
15 Sekalipun aku benar, aku tidak dapat menjawab Dia,
malah aku harus memohon belas kasihan kepada Hakimku.
16 Jika aku berseru dan Ia menjawab-ku,
aku tidak yakin apakah Ia mau mendengar suaraku
17 karena Ia meremukkan aku dengan angin badai
dan memperbanyak lukaku tanpa sebab.
18 Ia tidak membiarkan aku bernapas kembali,
melainkan memenuhi aku dengan kepahitan.
19 Bicara tentang kekuatan,
Dialah yang kuat.
Bicara tentang keadilan,
Dia akan berkata, ‘Siapa yang akan menggugat Aku?’
20 Kalaupun aku benar, mulutku sendiri
akan menyatakan aku bersalah.
Kalaupun aku tulus, Ia akan menyatakan aku bengkok.
21 Aku ini tulus, tetapi tidak kupedulikan diriku.
Hidupku kupandang hina.
22 Semuanya sama saja, sebab itu aku berkata:
Ia menghabisi orang tulus dan juga orang fasik.
23 Jika bencana membunuh dengan tiba-tiba,
Ia mengolok-olok cobaan orang yang tak bersalah.
24 Bumi telah diserahkan ke dalam tangan orang fasik.
Ia menyelubungi muka para hakim di bumi;
kalau bukan Dia, lalu siapa lagi?
25 Hari-hariku lebih cepat daripada seorang pelari,
menghilang tanpa melihat kebaikan;
26 meluncur seperti perahu dari papirus,
seperti rajawali menyambar mangsa.
27 Jika aku berpikir, ‘Aku akan melupakan keluhanku,
aku akan membuang muka murung dan tersenyum’
28 maka takutlah aku kepada segala kesusahanku.
Aku tahu bahwa Engkau tidak akan menganggap aku tak bersalah.
29 Aku dinyatakan bersalah,
apa gunanya aku berjerih lelah dengan sia-sia?
30 Jika aku membasuh diriku dengan salju
dan membersihkan telapak tanganku dengan sabun,
31 maka Engkau akan membenamkan aku ke dalam lubang
sehingga pakaianku sendiri merasa jijik terhadap aku.
32 Ia bukan manusia seperti aku
sehingga aku dapat menjawab-Nya,
lalu kami pergi ke pengadilan bersama-sama.
33 Tidak ada penengah di antara kami
yang bisa menaruh tangannya atas kami berdua.
34 Biarlah Ia menyingkirkan tongkat-Nya dariku,
janganlah rasa ngeri terhadap Dia membuat aku takut
35 maka aku akan berbicara tanpa rasa takut kepada-Nya.
Tetapi, tidaklah demikian keadaanku.
 
10
Apakah Maksud Allah dengan Penderitaan?
1 Aku bosan hidup.
Aku hendak melampiaskan keluhanku,
aku hendak berbicara dalam kepahitan jiwaku.
2 Aku hendak berkata kepada Allah,
‘Jangan persalahkan aku.
Beritahukanlah kepadaku mengapa Engkau beperkara dengan aku.
3 Baikkah bagi-Mu bahwa Engkau menekan akua ,
bahwa Engkau memandang hina karya tangan-Mu
sementara Engkau menerangi rencana orang fasik?
4 Apakah Engkau memiliki mata jasmani?
Apakah Engkau melihat seperti manusia melihat?
5 Apakah hari-hari-Mu seperti hari-hari manusia?
Apakah tahun-tahun-Mu seperti tahun-tahun seorang lelaki
6 sehingga Engkau mencari-cari kesalahanku
dan mengusut dosaku
7 sungguhpun Engkau tahu bahwa aku tidak bersalah
dan tidak ada yang dapat melepaskanku dari tangan-Mu?
8 Tangan-Mulah yang membentuk aku dan menjadikan aku,
tetapi Engkau berpaling dan hendak memupuskan aku.
9 Ingatlah kiranya bahwa Engkau yang menjadikan aku dari tanah liat.
Akankah Engkau mengembalikan aku menjadi debu?
10 Bukankah Engkau yang mencurahkan aku seperti air susu,
dan membekukan aku seperti keju?
11 Engkau membungkus aku dengan kulit dan daging,
merakit aku dengan tulang dan urat.
12 Engkau mengaruniakan kepadaku hidup dan kasih abadi,
pemeliharaan-Mu menjaga nyawaku.
13 Namun, hal-hal inilah yang Kausembunyikan dalam hati-Mu,
aku tahu bahwa hal ini ada pada-Mu:
14 Jika aku berbuat dosa, Engkau akan mengawasi aku
dan tidak akan membebaskan aku dari kesalahanku.
15 Jika aku bersalah, celakalah aku!
Jika aku benar, aku tidak dapat mengangkat kepalaku
karena aku penuh aib dan sadar akan kehinaanku.
16 Jika aku meninggikan diri,
Engkau memburu aku seperti singa
dan menunjukkan lagi kedahsyatan-Mu kepadaku.
17 Engkau mengajukan saksi-saksi baru menentang aku
dan memperbesar murka-Mu terhadap aku.
Bergantian pasukan yang melawan aku.
18 Mengapa Engkau mengeluarkan aku dari rahim?
Kalau saja putus nyawaku waktu itu sehingga tidak ada mata yang pernah melihatku,
19 dan aku seakan-akan tidak pernah ada
karena dari kandungan langsung dibawa ke kubur.
20 Bukankah sedikit saja umurku?
Berhentilah, biarkanlah aku supaya aku dapat tersenyum sejenak
21 sebelum aku pergi tanpa dapat kembali,
ke negeri kegelapan dan bayang-bayang maut,
22 negeri kegelapan yang seperti kelam saja,
negeri bayang-bayang maut yang tak beraturan,
di sana terang seperti kelam saja.’ ”
 
11
Zofar: Nabi Ayub Harus Merendahkan Diri di Hadapan Allah
1 Kemudian, Zofar, orang Naama itu, menjawab,
2 “Masakan perkataan yang banyak tidak dijawab?
Masakan seorang peleter dibenarkan?
3 Patutkah orang berdiam diri terhadap bualanmu?
Ketika engkau mengolok-olok,
masakan tidak ada yang mempermalukan engkau?
4 Katamu, ‘Apa yang kuajarkan murni.
Aku bersih dalam pandangan-Mu.’
5 Tetapi, mudah-mudahan Allah sendiri berfirman
dan berbicara langsung dengan engkau.
6 Mudah-mudahan Ia mengungkapkan kepadamu rahasia hikmat
karena kebijaksanaan itu memiliki dua sisi.
Ketahuilah bahwa Allah melupakan sebagian dari kesalahanmu.
7 Dapatkah engkau memahami rahasia Allah?
Dapatkah engkau memahami kesempurnaan Yang Mahakuasa?
8 Tingginya melebihi langit—apa yang dapat kaulakukan?
Dalamnya melebihi alam kubur—apa yang dapat kauketahui?
9 Ukurannya lebih panjang daripada bumi
dan lebih lebar daripada laut.
10 Jika Ia melintas, melakukan penangkapan,
dan mengadakan sidang, siapa dapat menahan-Nya?
11 Sesungguhnya, Ia mengenal manusia penipu
dan melihat kejahatan tanpa mengamat-amatinya.
12 Tetapi, orang dungu pun akan menjadi cerdas
jika anak keledai liar dapat lahir sebagai manusia.
13 Jika engkau mengarahkan hatimu
dan menadahkan tanganmu kepada-Nya,
14 jauhkanlah kejahatan di tanganmu jika memang ada,
dan jangan biarkan kezaliman ada dalam kemahmu.
15 Dengan demikian, engkau akan mengangkat muka tanpa malu,
engkau akan menjadi teguh dan tidak takut.
16 Engkau akan melupakan kesukaranmu,
mengingatnya hanya seperti air yang telah mengalir lenyap.
17 Hidupmu akan lebih cerah daripada tengah hari,
kegelapan akan seperti pagi hari.
18 Engkau akan merasa aman karena ada harapan.
Engkau akan memeriksa sekitarmu,
lalu tidur dengan aman.
19 Engkau akan berbaring tanpa ada yang mengusik,
bahkan banyak orang akan memohonkan belas kasihanmu.
20 Tetapi, mata orang fasik akan menjadi sayu,
mereka tidak akan memiliki tempat melarikan diri
dan pengharapan mereka tinggallah putus nyawa.”
 
12
Nabi Ayub Mengakui Kekuasaan dan Hikmat Allah
1 Lalu, Ayub menjawab,
2 “Sungguh, kamulah orang-orang itu
dan hikmat akan mati bersamamu.
3 Aku juga berakal seperti kamu,
aku tidak kurang dari kamu.
Siapa tidak tahu hal-hal semacam itu?
4 Aku menjadi bahan tertawaan sahabat-sahabatku;
aku, orang yang berseru kepada Allah dan yang dijawab oleh-Nya.
Orang yang benar dan tulus menjadi bahan tertawaan!
5 Dalam pikiran orang yang hidup nyaman
kemalangan memang dipandang hina,
dianggap tersedia bagi orang yang tergelincir kakinya.
6 Kemah para penyamun tenang,
orang yang membangkitkan murka Allah aman,
mereka yang hendak membawa Allah dalam tangannya.
7 Tetapi, tanyakanlah kepada binatang-binatang maka mereka akan mengajar engkau;
kepada burung-burung di udara maka mereka akan memberitahu engkau.
8 Atau, berkata-katalah dengan bumi maka ia akan mengajar engkau,
dan ikan-ikan di laut pun akan bercerita kepadamu.
9 Siapa di antara semua itu yang tidak tahu
bahwa tangan Allah yang melakukan hal ini?
10 Dalam tangan-Nyalah nyawa semua yang hidup
dan napas seluruh umat manusia.
11 Bukankah telinga menguji perkataan
seperti langit-langit mulut mengecap makanan?
12 ‘Dikatakan bahwa hikmat terdapat pada orang-orang tua,
dan pengertian pada orang-orang yang lanjut usia.’
13 Tetapi, pada Allah saja terdapat hikmat dan keperkasaan,
Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian.
14 Jika Ia meruntuhkan, tidak ada yang dapat membangun kembali.
Jika Ia menangkap seseorang,
tidak ada yang dapat melepaskan.
15 Jika Ia menahan air, kekeringanlah semuanya.
Jika Ia melepaskannya, maka bumi pun ditunggangbalikkannya.
16 Pada-Nya ada kekuatan dan keberhasilan,
punya Dialah orang yang tertipu dan yang menipu.
17 Ia menggiring para penasihat dengan telanjang
dan para hakim dibodohkan-Nya.
18 Ia membuka belenggu para raja
dan mengikat pinggang mereka dengan pengikat.
19 Ia menggiring para imam dengan telanjang
dan menggulingkan orang-orang tangguh.
20 Ia menghalangi perkataan orang-orang yang dipercaya
dan menghilangkan pertimbangan para tua-tua.
21 Ia mencurahkan penghinaan ke atas para bangsawan
dan melonggarkan ikat pinggang orang kuat.
22 Ia menyingkapkan rahasia kegelapan
dan membawa bayang-bayang maut kepada terang.
23 Ia membuat bangsa-bangsa menjadi besar, lalu membinasakan mereka,
Ia mengembangkan bangsa-bangsa, lalu menggiring mereka.
24 Ia menghilangkan akal para pemimpin bangsa-bangsa di bumi
dan membuat mereka mengembara di padang tandus yang tidak ada jalannya.
25 Mereka meraba-raba dalam kegelapan yang tidak ada terangnya.
Ia membuat mereka terhuyung-huyung seperti orang mabuk.
 
13
Nabi Ayub Membela Perkaranya di Hadapan Allah
1 Sesungguhnya, mataku sudah melihat semua itu,
telingaku sudah mendengar dan memahaminya.
2 Apa yang kamu ketahui, kuketahui juga,
aku tidak kurang dari kamu.
3 Namun, aku hendak berbicara kepada Yang Mahakuasa,
aku ingin beperkara dengan Allah.
4 Tetapi, kamu, kamu menambal dengan kebohongan,
kamu semua tabib yang tak berguna!
5 Andai kamu berdiam diri saja,
itu akan menjadi hikmatmu.
6 Dengarlah pembelaanku
dan perhatikanlah bantahan bibirku.
7 Patutkah kamu berbicara tidak benar atas nama Allah,
dan mengucapkan tipuan bagi Dia?
8 Apakah kamu hendak memihak Dia?
Apakah kamu hendak membela Allah?
9 Akan baik-baik sajakah kamu kalau Ia memeriksa kamu?
Dapatkah kamu menipu Dia seperti menipu manusia?
10 Pasti Ia akan menegur kamu
jika kamu memihak secara sembunyi-sembunyi.
11 Bukankah keluhuran-Nya akan membuatmu takut,
dan kedahsyatan-Nya akan menimpa kamu?
12 Peringatan-peringatanmu adalah pepatah-pepatah dari debu,
pembelaanmu adalah pembelaan dari tanah liat.
13 Diamlah, biarkan aku berbicara,
dan apa pun yang akan terjadi atas diriku terjadilah.
14 Untuk apa aku membahayakan diriku,
dan menatang nyawaku di tanganku?
15 Sekalipun Ia membunuh aku, aku mau tetap berharap kepada-Nya.
Hanya, aku hendak membela perilaku di hadapan-Nya.
16 Itulah juga yang akan mendatangkan keselamatan bagiku
karena orang munafik tidak akan datang menghadap Dia.
17 Dengarlah baik-baik perkataanku,
biarlah pernyataanku sampai kepada-Mu.
18 Lihatlah, aku telah menyusun perkaraku,
dan aku tahu bahwa aku akan dibenarkan.
19 Siapa dapat berbantah dengan aku?
Jika demikian, aku akan berdiam diri dan mati.
20 Hanya, lakukanlah bagiku dua hal ini
maka aku tidak akan menyembunyikan diri dari hadirat-Mu:
21 Jauhkanlah tangan-Mu dariku
dan janganlah kedahsyatan-Mu membuatku takut.
22 Kemudian, panggillah, dan aku akan menjawab,
atau biarkan aku berbicara, dan Engkau menjawab aku.
23 Sebanyak apakah kesalahan dan dosaku?
Beritahukanlah kepadaku pelanggaran dan dosaku.
24 Mengapa Engkau menyembunyikan hadirat-Mu,
dan menganggap aku musuh-Mu?
25 Masakan Engkau menggentarkan sehelai daun yang diterbangkan angin,
dan memburu tunggul jerami yang kering?
26 Engkau menulis hal-hal yang pahit menentang aku,
dan membuat aku mewarisi kesalahan masa mudaku.
27 Engkau memasung kakiku,
dan mengawasi segala jalanku.
Engkau memasang batas di sekitar telapak kakiku.
28 Manusia lenyap seperti barang lapuk yang membusuk,
seperti pakaian yang dimakan ngengat.
 
14
Setelah Mati, Tidak Ada Harapan Lagi
1 Manusia, yang dilahirkan oleh perempuan,
singkat umurnya dan penuh
keresahan.
2 Ia tumbuh seperti bunga, lalu layu.
Ia menghilang seperti bayang-bayang dan tidak selamanya ada.
3 Masakan Engkau mengarahkan pandang kepada yang demikian itu?
Akankah Engkau membawa aku ke pengadilan beserta-Mu?
4 Siapa dapat mendatangkan yang suci dari yang najis?
Tak seorang pun!
5 Hari-hari manusia sudah ditentukan.
Jumlah bulannya sudah Kautetapkan,
dan batas-batasnya pun sudah Kautentukan sehingga tidak dapat dilewati olehnya.
6 Jadi, alihkanlah pandangan-Mu darinya supaya ia dapat beristirahat
dan dapat menikmati hari-harinya seperti seorang upahan.
7 Jika sebuah pohon ditebang, masih ada harapan bagi pohon itu:
Ia masih akan bertunas
dan pucuknya tidak akan berhenti tumbuh.
8 Sekalipun akarnya menjadi tua di dalam tanah
dan tunggulnya mati dalam debu,
9 ia akan bertunas ketika mencium bau air,
dan mengeluarkan cabang seperti tanaman muda.
10 Tetapi, manusia mati dan terbujur kaku;
ketika putus nyawanya, di manakah dia?
11 Seperti air menguap dari laut
dan sungai menjadi tohor dan kering,
12 demikianlah manusia berbaring dan tidak bangkit lagi.
Hingga langit tidak ada lagi, mereka tidak terjaga
dan tidak bangun dari tidurnya.
13 Kalau saja Engkau menyembunyikan aku di alam kubur,
melindungi aku sampai murka-Mu surut,
menentukan batas waktu bagiku, lalu mengingat aku!
14 Jika manusia mati, dapatkah ia hidup lagi?
Sepanjang hari pergumulanku aku hendak menanti
sampai saat pemulihanku tiba.
15 Engkau akan memanggil dan aku akan menjawab Engkau,
Engkau akan rindu kepada buatan tangan-Mu ini.
16 Meskipun pada waktu itu Engkau menghitung langkah-langkahku,
dosaku tidak akan Kauperhatikan.
17 Pelanggaranku akan dimeteraikan dalam pundi-pundi,
kesalahanku akan Kaututupi.
18 Namun, seperti gunung runtuh musnah
dan gunung batu berpindah dari tempatnya,
19 seperti air mengikis bebatuan
dan luapan air menghanyutkan debu bumi,
demikianlah Engkau memutuskan harapan manusia.
20 Engkau mengalahkan dia untuk selama-lamanya dan dia pun pergi,
Engkau mengubah mukanya dan mengusir dia.
21 Anak-anaknya menjadi mulia, tetapi ia tidak tahu;
mereka menjadi hina, tetapi ia tidak menyadarinya.
22 Hanya tubuhnya menyakitinya,
jiwanya berkabung karena dirinya sendiri.”
 
15
Elifas: Orang Fasik Akan Binasa
1 Maka, Elifas, orang Teman itu, menjawab,
2 “Patutkah orang bijak menjawab dengan pengetahuan hampa,
dan memenuhi perutnya dengan angin timur?
3 Patutkah ia menegur dengan perkataan yang tak berguna,
dan dengan penuturan yang tak berfaedah?
4 Engkau ini meniadakan ketakwaan,
engkau mengurangi perenungan di hadapan Allah.
5 Kesalahanmu mengajari mulutmu,
dan engkau memilih lidah orang licik.
6 Mulutmu sendiri yang mempersalahkan engkau, bukan aku.
Bibirmu sendiri yang bersaksi menentang engkau.
7 Apakah engkau manusia yang pertama dilahirkan,
atau yang lebih dahulu dijadikan daripada bukit-bukit?
8 Apakah engkau turut mendengar dalam majelis musyawarah Allah
dan hendak membatasi hikmat hanya bagi dirimu?
9 Apa yang kauketahui, yang tidak kami ketahui?
Apa yang kaumengerti, yang tidak jelas bagi kami?
10 Orang yang beruban dan juga orang yang sudah tua ada di antara kami,
bahkan orang-orang yang lebih tua umurnya daripada ayahmu.
11 Apakah penghiburan Allah terlalu kecil bagimu,
firman yang ditujukan dengan lemah lembut kepadamu?
12 Mengapa engkau terbawa perasaan hatimu
dan mengapa matamu berkilat-kilat
13 sehingga engkau memalingkan hatimu menentang Allah
dan mengeluarkan perkataan semacam itu dari mulutmu?
14 Apakah manusia sehingga ia dapat menjadi suci,
apakah yang dilahirkan oleh perempuan itu sehingga ia dapat menjadi benar?
15 Sesungguhnya, malaikat-malaikat suci-Nya pun tidak dipercayai-Nya
dan segala langit pun tidak bersih dalam pandangan-Nya;
16 lebih-lebih lagi orang yang keji dan bejat,
yang meminum kezaliman seperti air.
17 Aku hendak menyatakan sesuatu kepadamu, dengarkanlah aku.
Hal yang telah kulihat ini akan kuceritakan,
18 yaitu hal yang diberitahukan oleh orang-orang bijak
dan yang tidak disembunyikan oleh nenek moyang mereka—
19 kepada mereka sajalah negeri itu telah dikaruniakan,
tidak ada orang asing yang berjalan di tengah-tengah mereka.
20 Orang fasik menggeliat sakit seumur hidupnya,
demikian juga orang kejam sebanyak tahun-tahun yang tersedia baginya.
21 Bunyi kedahsyatan masuk telinganya,
pada masa damai pun ia didatangi perampok.
22 Ia tidak percaya bahwa ia akan kembali dari kegelapan,
pedang sudah menantinya.
23 Ia mengembara mencari makanan, katanya, ‘Di manakah makanan?’
Ia tahu bahwa hari kegelapan sudah dekat.
24 Kesesakan dan kesusahan mengejutkan dia.
Semuanya menang atas dia seperti raja yang siap menyerbu
25 karena ia telah mengulurkan tangannya menentang Allah
dan memberanikan diri menentang Yang Mahakuasa.
26 Ia berlari-lari menghadapi Dia dengan menegarkan tengkuk,
dengan perisainya yang tebal dan cembung.
27 Ia menyelubungi mukanya dengan lemak,
dan menimbun lemak di pinggangnya.
28 Ia berdiam di kota-kota yang hancur,
di dalam rumah-rumah yang tidak dihuni,
yang ditentukan untuk menjadi timbunan batu.
29 Ia tidak akan menjadi kaya dan hartanya tidak akan bertahan,
miliknya tidak akan tahan lama di bumi.
30 Ia tidak akan keluar dari dalam kegelapan.
Nyala api akan melayukan cabang-cabangnya,
dan ia akan disingkirkan oleh napas mulut-Nya.
31 Janganlah ia percaya kepada kesia-siaan dan menyesatkan dirinya
karena kesia-siaan juga yang akan menjadi balasannya.
32 Hal itu akan tergenapi sebelum ajalnya,
pelepahnya tidak akan menghijau.
33 Ia akan meluruhkan buahnya yang belum masak seperti pohon anggur,
dan mencampakkan bunganya seperti pohon zaitun.
34 Kawanan orang munafik akan mandul,
api akan melalap kemah-kemah orang yang makan suap.
35 Mereka mengandung bencana dan melahirkan kejahatan,
kandungan mereka menyiapkan tipu daya.”
 
16
Keluh Kesah Nabi Ayub tentang Perlakuan Allah
1 Lalu, Ayub menjawab,
2 “Aku sudah mendengar banyak perkataan semacam itu.
Penghibur payah kamu semua!
3 Tidak adakah habisnya perkataan hampa itu?
Apa yang mendesakmu sehingga engkau menjawab?
4 Aku juga bisa berkata-kata seperti kamu,
sekiranya kamu yang berada di tempatku.
Aku bisa menyusun perkataan menentang kamu
dan menggeleng-gelengkan kepala atas kamu.
5 Tetapi, aku akan menguatkan kamu dengan mulutku,
penghiburan bibirku akan meredakan dukacitamu.
6 Jika aku berbicara, deritaku tidak mereda,
dan jika aku berdiam diri, apakah hal ini akan pergi dariku?
7 Tetapi sekarang, Ia telah membuat aku lelah.
Engkau telah memorak-porandakan seluruh keluargaku.
8 Engkau telah mencengkeram aku—itulah yang menjadi saksi menentang aku,
kekurusanku bangkit dan bersaksi di depanku.
9 Murka-Nya mencabik-cabik dan menganiaya aku.
Ia mengertakkan gigi-Nya terhadap aku.
Lawanku memandangku tajam.
10 Mereka mengangakan mulut kepadaku,
menampar pipiku dengan celaan,
dan berkerumun bersama-sama untuk melawan aku.
11 Allah menyerahkan aku kepada orang zalim,
dan menjatuhkan aku ke dalam tangan orang fasik.
12 Aku hidup dengan tenang, tetapi Ia meremukkan aku.
Ia menangkap tengkukku dan meluluhlantakkan aku.
Ia menegakkan aku sebagai sasaran-Nya.
13 Para pemanah-Nya mengelilingi aku.
Dibelah-Nya ginjalku tanpa rasa sayang,
ditumpahkannya empeduku ke tanah.
14 Ia memecahkan aku, lagi dan lagi.
Ia berlari menyerang aku seperti seorang kesatria.
15 Aku telah menjahit kain kabung pada kulitku,
dan membenamkan kekuatanku dalam debu.
16 Mukaku merah karena menangis,
di kelopak mataku ada bayang-bayang maut,
17 padahal tidak ada kekerasan di tanganku
dan doaku bersih.
18 Hai bumi, jangan kaututupi darahku,
jangan ada tempat istirahat bagi jeritanku!
19 Sekarang juga, ketahuilah, Saksiku ada di surga,
Yang Bersaksi bagiku ada di tempat yang tinggi.
20 Sahabat-sahabatku mencemooh aku,
tetapi aku mencucurkan air mata di hadapan Allah
21 supaya Ia memutuskan perkara antara manusia dengan Allah,
dan antara manusia dengan sesamanya.
22 Setelah sejumlah tahun tiba, aku akan menempuh jalan,
dari situ aku tidak akan kembali lagi.
 
17
1 Semangatku patah, hari-hariku punah,
kubur menantikan aku.
2 Sungguh, para pengolok ada bersamaku,
dan aku harus terus menyaksikan tentangan mereka.
3 Jaminlah aku dengan diri-Mu sendiri.
Siapa lagi yang dapat membuat perjanjian penjaminan dengan aku?
4 Engkau telah menutup hati mereka terhadap kebijaksanaan,
itulah sebabnya Engkau tidak akan meninggikan mereka.
5 Siapa mengadukan sahabatnya demi keuntungan,
mata anak-anaknya akan menjadi rabun.
6 Aku dijadikan bahan sindiran orang banyak,
aku menjadi orang yang diludahi mukanya.
7 Mataku kabur karena rasa kesal,
seluruh anggota tubuhku seperti bayang-bayang.
8 Orang yang lurus hati tercengang karena hal ini,
orang yang tak bersalah bangkit melawan orang munafik.
9 Meskipun begitu, orang benar akan tetap berpegang pada jalannya,
dan orang yang suci tangannya akan bertambah kuat.
10 Tetapi, kamu sekalian, silakan mulai lagi!
Aku tidak akan menemukan seorang bijak di antaramu!
11 Hari-hariku telah berlalu, rencana-rencanaku telah gagal,
demikian pula cita-cita hatiku.
12 Mereka ubah malam jadi siang.
‘Terang sudah dekat,’ kata mereka di hadapan kegelapan.
13 Jika kuharapkan alam kubur sebagai rumahku,
jika kuhamparkan petiduranku dalam kegelapan,
14 jika kukatakan kepada liang kubur, ‘Engkau ayahku,’
dan kepada belatung, ‘Ibuku,’ atau ‘Saudara perempuanku,’
15 maka di manakah pengharapanku?
Pengharapanku—siapa yang dapat melihatnya?
16 Pengharapan itu akan turun ke pintu gerbang alam kubur
apabila kami turun bersama-sama ke dalam debu.”
 
18
Bildad: Orang Fasik Pasti Binasa
1 Maka, Bildad, orang Suah itu, menjawab,
2 “Berapa lama lagi kamu hendak mencari kata-kata?
Sadarilah, baru kami akan berbicara.
3 Mengapa kami dianggap binatang?
Mengapa di matamu kami dianggap bodoh?
4 Engkau yang mencabik-cabik dirimu sendiri dalam amarah,
masakan dunia harus dibengkalaikan demi engkau,
atau gunung batu dipindahkan dari tempatnya?
5 Bagaimana pun juga terang orang fasik akan dipadamkan,
nyala apinya tidak akan bercahaya.
6 Terang dalam kemahnya menjadi gelap,
pelita di atasnya dipadamkan.
7 Langkahnya yang tegap dipersempit,
dan rencananya sendiri menjatuhkan dia.
8 Kakinya sendiri memasukkan dia ke dalam jaring,
ia berjalan di atas jala.
9 Perangkap menangkap tumitnya,
jerat menahan dia.
10 Tali jebakan untuknya tersembunyi di tanah,
ada perangkap baginya di jalan.
11 Kedahsyatan mengejutkan dia di segala penjuru,
mengejar dia di setiap langkahnya.
12 Kekuatannya hilang karena lapar.
Bencana bersiap menantikan dia terantuk,
13 memakan bagian-bagian kulitnya.
Anak sulung maut memakan anggota tubuhnya.
14 Ia diseret dari kemahnya yang aman,
ia dibawa melangkah menghadap raja kedahsyatan.
15 Orang yang tidak ada kena-mengenanya dengan dia berdiam dalam kemahnya,
belerang dihamburkan ke atas kediamannya.
16 Di bawah, akar-akarnya mengering,
di atas, cabangnya layu.
17 Ingatan kepadanya lenyap dari bumi,
namanya tidak lagi disebut di jalanan.
18 Ia diusir dari terang ke dalam gelap,
dihalau dari dunia.
19 Ia tidak memiliki anak atau cucu cicit di tengah-tengah bangsanya,
tidak ada yang terluput di tempat tinggalnya.
20 Orang di barat tercengang melihat ajalnya,
orang di timur dicekam kengerian.
21 Sungguh, demikianlah kediaman orang zalim,
begitulah tempat tinggal orang yang tidak mengenal Allah.”
 
19
Keyakinan Nabi Ayub bahwa Allah Akan Memihak Kepadanya
1 Tetapi, Ayub menjawab,
2 “Berapa lama lagi kamu hendak menyiksa jiwaku
dan menghancurkan aku dengan perkataan?
3 Sekarang sudah sepuluh kali kamu menghina aku.
Kamu tidak malu bertindak keliru terhadap aku.
4 Kalau aku sungguh berbuat salah,
kesalahanku itu tetap tinggal padaku.
5 Jika kamu sungguh hendak membesarkan diri terhadap aku
dan memakai celaku sebagai bukti terhadap aku,
6 ketahuilah sekarang bahwa Allah telah membengkokkan perkaraku
dan melingkupi aku dengan jaring-Nya.
7 Sesungguhnya, aku berseru, ‘Kekerasan!’ tetapi aku tidak dijawab.
Aku berteriak minta tolong, tetapi tidak ada keadilan.
8 Ia menembok jalanku sehingga aku tidak dapat lewat,
dan mendatangkan kegelapan pada lorong-lorongku.
9 Ia melucuti kemuliaanku
dan menyingkirkan mahkota dari kepalaku.
10 Ia membongkar aku di segala penjuru sehingga aku lenyap,
dan mencabut pengharapanku seperti pohon.
11 Murka-Nya menyala terhadap aku,
Ia menganggap aku lawan-Nya.
12 Pasukan-Nya maju serentak.
Mereka membangun jalan untuk menyerang aku
dan berkemah di sekeliling kemahku.
13 Ia menjauhkan saudara-saudaraku dariku,
kenalan-kenalanku seperti orang asing saja bagiku.
14 Kerabat-kerabatku meninggalkan aku,
kawan-kawanku melupakan aku.
15 Orang-orang yang tinggal sebagai pendatang di rumahku,
juga hamba-hambaku yang perempuan, menganggap aku orang asing.
Aku menjadi orang luar di mata mereka.
16 Aku memanggil hambaku, tetapi ia tidak menjawab
sekalipun aku memohon-mohon kepadanya dengan mulutku sendiri.
17 Napasku memualkan bagi istriku,
memuakkan bagi saudara-saudara kandungku.
18 Bahkan anak-anak pun menghina aku,
ketika aku muncul, mereka mengata-ngatai aku.
19 Semua teman karibku mengejikan aku,
orang yang kukasihi berbalik melawan aku.
20 Tulangku melekat pada kulit dan dagingku,
hanya gusiku saja yang terluput.
21 Kasihanilah aku! Kasihanilah aku, hai kamu, sahabat-sahabatku,
sebab tangan Allah telah mengazab aku.
22 Mengapa kamu, seperti Allah, memburu aku
dan tidak kenyang dengan dagingku?
23 Kalau saja perkataanku dituliskan!
Kalau saja semuanya dicantumkan dalam kitab,
24 dipahatkan dengan pena besi dan timah
pada gunung batu untuk selama-lamanya!
25 Namun, aku tahu bahwa Penebusku hidup,
dan pada akhirnya Ia akan berdiri di atas bumi.a
26 Setelah kulitku dibinasakan sedemikian rupa,
tanpa tubuhku juga aku akan melihat Allah.
27 Akan kulihat Dia memihak aku.
Mataku akan memandang Dia, bukan yang lain.
Batinku merindu di dalam dadaku.
28 Apabila kamu berkata, ‘Bagaimana kami dapat memburu dia?’
karena akar permasalahan ini ada pada diriku,
29 maka takutlah kepada pedang
sebab kegusaran mendatangkan hukuman pedang
supaya kamu tahu bahwa ada pengadilan.”
 
20
Zofar: Sesudah Kemujuran Sesaat, Orang Fasik Akan Binasa
1 Maka, Zofar, orang Naama itu, menjawab,
2 “Itulah sebabnya, kegelisahanku mendorong aku menjawab
karena kurasakan desakan dari dalam.
3 Kudengar teguran yang menghina aku,
tetapi dari dalam pengertianku suatu ruh menjawab aku.
4 Tidakkah engkau mengetahui hal ini sejak zaman dahulu,
sejak manusia ditempatkan di atas bumi,
5 bahwa sorak-sorai orang fasik hanya sebentar saja
dan sukacita orang munafik hanya sesaat?
6 Sekalipun keangkuhannya menjulang ke langit
dan kepalanya menyentuh awan-awan,
7 ia akan binasa selama-lamanya seperti kotorannya sendiri.
Orang-orang yang pernah melihatnya akan bertanya, ‘Di manakah dia?’
8 Ia akan melayang lenyap seperti mimpi dan tidak ditemukan lagi,
ia akan dihalau seperti penglihatan pada malam hari.
9 Mata yang melihatnya tidak akan melihatnya lagi,
tempat tinggalnya pun tidak akan memandangnya lagi.
10 Anak-anaknya harus mencari belas kasihan dari fakir miskin,
tangannya sendiri harus mengembalikan kekayaannya.
11 Tulang-tulangnya penuh dengan tenaga orang muda,
tetapi itu pun akan berbaring bersamanya dalam debu.
12 Sekalipun kejahatan terasa manis di mulutnya,
sekalipun ia menyembunyikannya di bawah lidahnya,
13 sekalipun ia menyayangkannya dan tidak mau melepaskannya
malah menahannya pada langit-langit mulutnya,
14 makanannya itu akan berubah di dalam perutnya,
menjadi bisa ular sendok di dalam dirinya.
15 Ia menelan kekayaan, tetapi memuntahkannya lagi;
Allah akan mengeluarkannya dari dalam perutnya.
16 Ia akan mengisap bisa ular sendok,
dan lidah ular berbisa akan membunuhnya.
17 Ia tidak akan memandang batang-batang air,
sungai-sungai yang mengalirkan madu dan dadih.
18 Ia akan mengembalikan hasil jerih lelahnya dan tidak akan menelannya,
ia tidak akan menikmati kekayaan hasil dagangnya.
19 Karena ia telah menindas dan menelantarkan fakir miskin,
serta merampas rumah yang tidak dibangunnya;
20 sesungguhnya, ia tidak mengenal ketenangan dalam batinnya,
dan ia tidak akan menyelamatkan barang yang disukainya.
21 Tidak ada yang luput dari kelahapannya,
sebab itu kemakmurannya tidak akan bertahan.
22 Dalam kemewahannya yang berlimpah ia akan mengalami kesesakan,
kesukaran akan menimpanya dengan sepenuh kuasa.
23 Untuk mengisi perutnya,
Allah melepas ke atasnya murka-Nya yang menyala-nyala
dan menghujankan murka itu kepadanya sebagai makanannya.
24 Ia akan melarikan diri dari senjata besi,
tetapi panah tembaga akan menembusnya.
25 Anak panah dicabut keluar dari punggungnya,
dan mata panah yang berkilat itu keluar dari empedunya.
Kengerian mendatanginya.
26 Kegelapan yang pekat tersedia bagi hartanya.
Api yang tidak diembus akan melalap dia
dan menghabiskan apa yang terluput dalam kemahnya.
27 Langit akan menyingkapkan kesalahannya,
dan bumi akan bangkit melawan dia.
28 Kekayaan rumahnya akan lenyap,
dihanyutkan pada hari murka-Nya.
29 Itulah bagian dari Allah untuk orang fasik,
milik pusaka yang ditentukan Allah baginya.”
 
21
Nabi Ayub: Kemujuran Orang Fasik Kelihatannya Tahan Lama
1 Kemudian, Ayub menjawab,
2 “Dengarkanlah baik-baik perkataanku.
Biarlah itu menjadi penghiburan dari pihakmu.
3 Bersabarlah, aku hendak berbicara.
Setelah aku berbicara bolehlah kamu mengolok-olok lagi.
4 Apakah keluhanku tertuju kepada manusia?
Mengapa hatiku tak boleh tidak sabar?
5 Pandanglah aku dan tercenganglah,
tekapkanlah tangan ke mulut.
6 Jika aku mengingatnya, aku terguncang.
Kengerian mencekam tubuhku.
7 Mengapa orang fasik hidup,
menjadi tua, bahkan bertambah-tambah kekuatannya?
8 Keturunan mereka mapan di hadapan mereka dan bersama mereka,
anak cucu mereka di depan mata mereka.
9 Rumah-rumah mereka aman, tidak ada yang merasa takut;
tongkat Allah tidak menimpa mereka.
10 Sapi jantan mereka berbiak dan tidak gagal,
sapi betina mereka beranak dan tidak keguguran.
11 Mereka melepas keluar kanak-kanak mereka seperti kawanan kambing domba,
anak-anak mereka melompat-lompat.
12 Mereka menyanyi diiringi bunyi rebana dan kecapi,
bergembira diiringi bunyi seruling.
13 Mereka menghabiskan hari-hari mereka dalam kemakmuran
dan dengan tenang turun ke alam kubur.
14 Padahal mereka berkata kepada Allah, ‘Menjauhlah dari kami!
Kami tidak ingin mengenal jalan-jalan-Mu.
15 Apa Yang Mahakuasa itu sehingga kami harus beribadah kepada-Nya?
Apa faedahnya bagi kami kalau kami berdoa kepada-Nya?’
16 Namun, kemakmuran mereka tidak terletak dalam kuasa mereka sendiri!
Maka, jauhlah nasihat orang fasik itu dariku.
17 Berapa seringkah pelita orang fasik dipadamkan,
kemalangan menimpa mereka,
dan kesakitan dibagikan Allah kepada mereka dalam murka-Nya?
18 Berapa seringkah mereka seperti jerami yang diterbangkan angin,
seperti sekam yang dilayangkan angin puyuh?
19 Kamu berkata, ‘Allah menyimpan kejahatannya bagi anak-anaknya,’
tetapi biarlah itu dibalaskan kepada dirinya sendiri
supaya ia tahu!
20 Biarlah matanya sendiri melihat kebinasaannya,
biarlah ia sendiri minum dari murka Yang Mahakuasa
21 karena peduli apa ia dengan keluarganya setelah ia mati,
setelah habis jumlah bulan-bulannya?
22 Masakan orang mengajarkan pengetahuan kepada Allah,
sedang Ia mengadili orang-orang yang berkedudukan tinggi?
23 Orang yang satu mati dengan kekuatan penuh,
dengan segala kenyamanan dan ketenangan.
24 Perutnya penuh dengan air susu,
sumsum tulangnya masih segar.
25 Orang yang lain mati dengan hati getir,
tanpa pernah menikmati apa yang baik.
26 Namun, mereka sama-sama berbaring dalam debu;
belatung menyelubungi mereka.
27 Sesungguhnya, aku tahu pikiran-pikiranmu
serta muslihatmu untuk menzalimi aku.
28 Kamu berkata, ‘Di mana rumah pemuka itu?
Di mana kemah kediaman orang fasik itu?’
29 Apakah kamu sudah bertanya kepada orang-orang yang lalu-lalang di jalan?
Tidakkah kamu memperhatikan petunjuk-petunjuk mereka
30 bahwa orang jahat terlindung pada hari celaka
dan mereka dibawa menyingkir pada hari kemurkaan?
31 Siapa yang menggugat kelakuannya di depan mukanya?
Siapa yang membalas dia sesuai dengan perbuatannya?
32 Ia diantar orang ke kuburan,
makamnya dijagai.
33 Gumpalan-gumpalan tanah di lembah terasa sedap baginya.
Semua orang mengikuti di belakangnya
sebagaimana orang yang tak terhitung banyaknya sudah mendahului dia.
34 Bagaimana kamu dapat menghibur aku dengan kesia-siaan?
Jawaban-jawabanmu hanya menyisakan kemungkaran belaka.”
 
22
Elifas: Ayub Harus Bertobat
1 Maka, Elifas, orang Teman itu, menjawab,
2 a “Masakan manusia berguna bagi Allah?
Sesungguhnya, orang yang bijaksana hanya berguna bagi dirinya sendiri.
3 Apakah Yang Mahakuasa senang kalau engkau benar?
Apa untungnya bagi Dia kalau jalanmu tak bercela?
4 Apakah karena ketakwaanmu kepada-Nya, maka Ia menghukum engkau
dan datang beperkara denganmu?
5 Bukankah kejahatanmu besar
dan kesalahanmu tiada habisnya?
6 Kauambil gadai dari saudaramu dengan sewenang-wenang,
kaulucuti pakaian orang sehingga ia telanjang.
7 Orang yang lelah tidak kauberi air minum,
kautahan makanan dari orang yang lapar.
8 Orang yang berkuasalah yang memiliki tanah,
dan orang yang terhormatlah yang mendudukinya.
9 Kausuruh pergi janda-janda dengan tangan hampa,
lengan anak yatim kauremukkan.
10 Itulah sebabnya, ada perangkap di sekelilingmu,
engkau dikejutkan oleh kedahsyatan yang tiba-tiba
11 atau oleh kegelapan sehingga engkau tidak dapat melihat,
dan air bah meliputimu.
12 Bukankah Allah bersemayam di langit yang tinggi?
Lihatlah, betapa tingginya bintang-bintang yang tertinggi!
13 Namun, engkau berkata, ‘Allah tahu apa?
Masakan Ia mengadili dari balik kelam pekat itu?
14 Awan menutupi Dia sehingga Ia tidak dapat melihat,
Ia berjalan-jalan di lengkungan langit.’
15 Apakah engkau mau tetap menuruti jalan lama
yang ditempuh orang-orang jahat?
16 Mereka telah dicabut sebelum waktunya,
dasar mereka dihanyutkan sungai.
17 Mereka berkata kepada Allah, ‘Menjauhlah dari kami!’
dan, ‘Apa yang dapat dilakukan Yang Mahakuasa terhadap kami?’
18 Padahal Dialah yang memenuhi rumah mereka dengan apa yang baik.
Tetapi, nasihat orang fasik jauh dariku.
19 Orang benar melihat hukuman mereka dan bersukacita,
orang yang tak bersalah mengolok-olok mereka demikian,
20 ‘Sungguh, lawan kita sudah dilenyapkan,
peninggalan mereka sudah dilalap api.’
21 Berdamailah hendaknya dengan Dia dan jadilah tenteram
maka kebaikan akan mendatangimu.
22 Terimalah pengajaran-Nya,
dan taruhlah firman-Nya dalam hatimu.
23 Jika engkau berbalik kepada Yang Mahakuasa, engkau akan dibangun kembali.
Jika engkau menjauhkan kezaliman dari kemahmu,
24 meletakkan biji emas di dalam debu,
dan emas Ofir di antara batu-batu kali,
25 maka Yang Mahakuasa akan menjadi biji emasmu
serta perakmu yang mulia.
26 Sesungguhnya, pada waktu itu engkau akan bersenang-senang karena Yang Mahakuasa,
dan akan menengadah kepada Allah.
27 Engkau akan berdoa kepada-Nya dan Ia akan mendengarkanmu,
engkau akan membayar nazarmu.
28 Apa yang kauputuskan akan terlaksana bagimu,
dan terang akan menyinari jalan-jalanmu.
29 Ketika orang direndahkan, engkau akan berkata, ‘Angkatlah!’
dan orang yang tertunduk itu akan diselamatkan oleh-Nya.
30 Ia akan melepaskan orang yang tak bersalah,
dan orang itu akan dilepaskan karena tanganmu yang bersih.”
 
23
Pembelaan Nabi Ayub di Hadapan Allah
1 Kemudian, Ayub menjawab,
2 “Bahkan hari ini pun keluhanku getir,
tekananku berat, begitu juga keluh-kesahku.
3 Kalau saja aku tahu di mana bisa kudapatkan Dia,
sehingga aku bisa datang ke tempat Ia bersemayam!
4 Aku akan menyusun perkaraku di hadapan-Nya
dan memenuhi mulutku dengan pembelaan.
5 Aku mau tahu jawaban-jawaban yang diberikan-Nya kepadaku,
dan memahami apa yang difirmankan-Nya kepadaku.
6 Sudikah Ia beperkara dengan aku dalam kuasa-Nya yang besar?
Tidak, tetapi Ia akan menaruh perhatian padaku.
7 Di sana orang yang lurus hati dapat membela diri di hadapan-Nya,
dan aku akan bebas dari Hakimku untuk selama-lamanya.
8 Ketika aku berjalan ke timur, Ia tidak ada di situ.
Ketika aku berjalan ke barat, tidak kudapati Dia.
9 Ketika Ia berkarya di utara, aku tak dapat memandang Dia.
Ketika Ia berpaling ke selatan, aku tak dapat melihat Dia.
10 Namun, Ia tahu jalan yang kuambil.
Setelah Ia menguji aku, aku akan keluar seperti emas.
11 Kakiku tetap mengikuti langkah-Nya.
Aku tetap menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang.
12 Aku tidak menjauh dari perintah-Nya.
Aku menyimpan firman-Nya lebih daripada makananku sehari-hari.
13 Akan tetapi, Ia tetap sama—siapa dapat menahan-Nya?
Apa yang dikehendaki-Nya, itulah yang dilakukan-Nya.
14 Ia menyelesaikan apa yang ditentukan bagiku,
dan banyak hal semacam itu ada pada-Nya.
15 Itulah sebabnya, aku terguncang di hadapan-Nya.
Kalau kupikirkan hal itu, aku ketakutan terhadap Dia.
16 Allah telah menawarkan hatiku.
Yang Mahakuasa telah membuat aku terguncang
17 karena aku tidak dilenyapkan sebelum kegelapan datang,
dan kekelaman tidak ditutupi-Nya dari mukaku.
 
24
Allah Seakan-akan Acuh Tak Acuh terhadap Kejahatan
1 Mengapa Yang Mahakuasa tidak menentukan masa penghukuman?
Mengapa orang-orang yang mengenal Dia tidak melihat hari pengadilan-Nya?
2 Ada orang yang memindahkan batas tanah,
mereka merampas kawanan ternak, lalu menggembalakannya.
3 Mereka menghalau keledai anak yatim,
mengambil sapi seorang janda sebagai gadaian.
4 Mereka mendorong kaum duafa dari jalan,
fakir miskin di negeri terpaksa bersembunyi bersama-sama.
5 Sesungguhnya, seperti keledai liar di padang belantara
fakir miskin itu bekerja keras,
mencari makanan di padang belantara bagi anak-anak mereka.
6 Mereka mencari makanan di ladang orang lain,
dan memetik buah yang tertinggal di kebun anggur orang fasik.
7 Dengan telanjang, mereka bermalam sebab tidak ada pakaian;
selimut pada waktu dingin pun tidak mereka punyai.
8 Mereka basah oleh hujan pegunungan,
batu mereka dekap sebab tidak ada perlindungan.
9 Ada orang yang merebut anak yatim dari susu ibunya,
dan mengambil gadai dari orang miskin.
10 Mereka berkeliaran dengan telanjang tanpa pakaian,
dan memikul berkas-berkas gandum, tetapi tetap kelaparan.
11 Mereka membuat minyak di antara tembok-tembok,
mereka menginjak-injak anggur di tempat pemerasan, tetapi tetap kehausan.
12 Orang mengerang dari dalam kota,
orang yang terluka berteriak minta tolong,
tetapi Allah tidak menuduh seorang pun berbuat salah.
13 Ada orang yang mendurhaka kepada terang;
mereka tidak mengenal jalan-jalannya
dan tidak tetap tinggal di lorong-lorongnya.
14 Si pembunuh bangun pada waktu fajar,
dibunuhnya orang miskin dan orang melarat.
Pada malam hari ia berlaku seperti pencuri.
15 Mata si pezina menantikan senja,
katanya, ‘Tak ada mata yang melihat aku,’
dan ia memasang selubung muka.
16 Pada waktu gelap mereka membongkar rumah,
pada siang hari mereka menutup diri.
Mereka tidak kenal terang.
17 Bagi mereka pagi hari sama seperti bayang-bayang maut
sebab mereka sudah terbiasa dengan kedahsyatan bayang-bayang maut.
18 Mereka hanyut dengan cepat di permukaan air,
bagian mereka terkutuk di bumi.
Tidak ada lagi yang pergi ke kebun anggur mereka.
19 Kemarau dan panas menghabiskan air salju,
demikian juga alam kubur menghabiskan orang-orang berdosa.
20 Rahim melupakannya,
belatung melahapnya.
Ia tidak diingat lagi,
dan runtuhlah kezaliman seperti pohon.
21 Ia memangsa perempuan mandul, yang tidak beranak,
dan tidak berbuat baik kepada seorang janda.
22 Tetapi, Allah menyeret orang-orang perkasa dengan kekuatan-Nya.
Sekalipun mereka bangkit, hidup mereka tak terjamin.
23 Allah memberi mereka keamanan yang menjadi sandaran mereka,
mata-Nya memandangi jalan-jalan mereka.
24 Mereka ditinggikan sebentar, lalu tidak ada lagi,
mereka direndahkan dan dikumpulkan seperti semua orang lain,
mereka dipotong seperti hulu tangkai gandum.
25 Jika tidak demikian adanya, siapa dapat membuktikan aku berdusta
dan meniadakan perkataanku?”
 
25
Bildad: Tak Seorang Pun Benar di Hadapan Allah
1 Maka, Bildad, orang Suah itu, menjawab,
2 “Kekuasaan dan kedahsyatan ada pada-Nya.
Ia membuat kedamaian di tempat-Nya yang tinggi.
3 Dapatkah pasukan-Nya dihitung?
Atas siapakah terang-Nya tidak terbit?
4 Masakan manusia benar di hadapan Allah?
Masakan orang yang dilahirkan perempuan itu suci?
5 Sesungguhnya, bulan pun tidak cemerlang
dan bintang-bintang pun tidak bersih dalam pandangan-Nya;
6 apalagi manusia, yang seperti belatung,
bani Adam, yang seperti ulat!”
 
26
Nabi Ayub: Siapa Dapat Mengerti Kebesaran Allah?
1 Maka, Ayub menjawab,
2 “Betapa engkau menolong orang yang tidak kuat!
Betapa engkau membantu lengan yang tidak bertenaga!
3 Betapa engkau memberi nasihat kepada orang yang tidak berhikmat,
dan menyatakan kebijaksanaanmu dengan limpahnya!
4 Kepada siapakah kaunyatakan perkataan itu?
Gagasan siapakah yang kauutarakan?
5 Arwah-arwah gemetar di bawah air, di bawah segala penghuni air.
6 Alam kubur telanjang di hadapan Allah
dan tempat kebinasaan pun tidak ada tudungnya.
7 Ia membentangkan utara di atas kekosongan,
Ia menggantungkan bumi di atas kehampaan.
8 Ia membungkus air di dalam awan-Nya,
tetapi awan itu tidak koyak olehnya.
9 Ia menutupi muka arasy-Nya,
dan membentangkan awan-Nya ke atasnya.
10 Ia membuat batas melingkar pada permukaan air
sampai ke ujung perbatasan antara terang dengan gelap.
11 Tiang-tiang langit bergoyang-goyang
dan tercengang-cengang oleh hardik-Nya.
12 Ia menggelorakan laut dengan kekuatan-Nya
dan meremukkan Rahaba dengan pengertian-Nya.
13 Oleh Ruh-Nya langit menjadi cerah,
tangan-Nya menembus ular yang meluncur.
14 Sesungguhnya, semua itu barulah pinggiran jalan-Nya.
Alangkah lembut bisikan yang kita dengar tentang Dia,
tetapi siapa dapat memahami guruh keperkasaan-Nya?”
 
27
Tidak Ada Harapan bagi Orang Fasik
1 Ayub melanjutkan tuturannya, katanya,
2 “Demi Allah yang hidup, yang telah mengambil hakku,
demi Yang Mahakuasa, yang telah menggetirkan jiwaku,
3 selama nyawaku masih ada di dalamku
dan napas Allah masih di dalam lubang hidungku,
4 bibirku tak akan mengatakan kezaliman
dan lidahku tak akan menggumamkan tipuan.
5 Pantang bagiku untuk membenarkan kamu,
sampai putus nyawa pun, aku tidak akan menyingkirkan ketulusan hatiku.
6 Kebenaranku kupegang teguh dan tidak kulepaskan,
hatiku tidak mencela sehari pun dari umurku.
7 Biarlah musuhku bernasib seperti orang fasik,
orang yang melawan aku seperti orang zalim.
8 Apakah harapan orang munafik ketika ia dihabisi,
ketika Allah mengambil nyawanya?
9 Maukah Allah mendengar seruannya
ketika kesesakan menimpanya?
10 Dapatkah ia bersenang-senang di dalam Yang Mahakuasa
dan berseru kepada Allah setiap waktu?
11 Aku hendak mengajari kamu tentang kuasa Allah,
apa yang ada pada Yang Mahakuasa tidak akan kusembunyikan.
12 Sesungguhnya, kamu semua sudah melihatnya.
Mengapa pula kamu berkata sia-sia?
13 Inilah bagian orang fasik yang diberikan Allah,
milik pusaka orang kejam yang diterimanya dari Yang Mahakuasa:
14 Jika anak-anaknya bertambah banyak, mereka dimakan pedang.
Anak cucunya tidak kenyang dengan makanan.
15 Orang-orangnya yang tertinggal dikuburkan karena wabah,
dan janda-janda mereka tidak menangisi mereka.
16 Jika ia menimbun perak seperti debu
dan menumpuk pakaian seperti tanah liat,
17 maka apa yang ditumpuknya akan dipakai oleh orang benar,
dan perak yang ditimbunnya akan dibagi-bagikan oleh orang yang tak bersalah.
18 Rumahnya dibangunnya seperti sarang ngengat,
seperti pondok yang dibuat penjaga.
19 Ia berbaring sebagai orang kaya,
tetapi tidak lagi dapat melakukannya.
Ia membuka matanya dan semuanya tidak ada lagi.
20 Kedahsyatan menyergapnya seperti air bah,
angin puyuh melayangkannya pada malam hari.
21 Angin timur mengangkatnya, lalu ia lenyap.
Ia disapukan dari tempatnya.
22 Allah melontari dia tanpa menyayangkan,
ia lari pontang-panting dari kuasa-Nya.
23 Orang-orang bertepuk tangan karena dia
dan berdesis-desis mengusir dia dari tempatnya.
 
28
Manusia Tidak Dapat Menemukan Hikmat
1 Memang ada tempat penambangan perak
dan tempat emas dimurnikan.
2 Besi digali dari dalam tanah
dan tembaga dilebur dari batu.
3 Orang mengakhiri kegelapan.
Ia menyelidiki batu-batuan sampai ke setiap ujung,
di dalam kekelaman dan bayang-bayang maut.
4 Jauh dari kediaman manusia, orang membuka lubang tambang;
mereka dilupakan oleh para pejalan kaki,
mereka turun jauh dari manusia, mereka terayun-ayun.
5 Bumi, yang mengeluarkan makanan,
dibongkar bagian bawahnya seakan-akan dilalap api.
6 Bebatuannya adalah tempat batu nilam,
yang mengandung emas urai.
7 Jalan ke situ tidak diketahui oleh burung pemangsa,
mata elang belum pernah melihatnya.
8 Binatang yang gagah tidak berjalan di situ,
singa pun belum pernah melaluinya.
9 Orang mengulurkan tangannya kepada batu api,
membongkar pegunungan sampai ke akar-akarnya.
10 Digalinya terowongan di gunung batu,
lalu matanya mendapati segala benda berharga.
11 Dibendungnya sungai-sungai supaya jangan mengucur keluar,
lalu dibawanya ke tempat terang apa yang tersembunyi.
12 Tetapi, di manakah hikmat ditemukan,
di manakah tempat pengertian?
13 Manusia tidak mengira nilainya;
ia tidak ditemukan di negeri orang hidup.
14 Samudra berkata, ‘Ia tidak ada di dalamku,’
laut berkata, ‘Ia tidak bersamaku.’
15 Ia tidak dapat diperoleh dengan emas murni,
dan harganya tidak dapat ditimbang dengan perak.
16 Ia tidak dapat dinilai dengan emas Ofir,
dengan permata unam yang berharga, atau dengan batu nilam.
17 Emas dan kaca tidak dapat disejajarkan dengannya,
barang-barang dari emas murni tidak dapat menggantikannya.
18 Merjan atau hablur tidak bisa disebut-sebut;
harga hikmat itu melebihi batu mirah.
19 Manikam kuning dari Etiopia pun tidak dapat disejajarkan dengannya,
ia tidak dapat dinilai dengan emas tulen.
20 Jadi, dari manakah datangnya hikmat?
Di manakah tempat tinggal pengertian?
21 Ia terlindung dari mata semua yang hidup,
tersembunyi dari burung-burung di udara.
22 Tempat kebinasaan dan maut berkata,
‘Kami hanya mendengar desas-desusnya dengan telinga kami.’
23 Allah mengerti jalan ke situ.
Ia tahu tempat tinggalnya
24 karena Ia memandang sampai ke ujung-ujung bumi
dan melihat segala sesuatu di kolong langit.
25 Ketika Ia memberi bobot kepada angin
dan mengukur air dengan pengukur,
26 ketika Ia membuat ketetapan bagi hujan
dan jalan bagi kilat guruh,
27 pada saat itulah Ia melihat hikmat dan menyatakannya.
Ia menetapkannya, bahkan menyelidikinya.
28 a Lalu, kepada manusia Ia berfirman,
‘Sesungguhnya, ketakwaan kepada Tuhan, itulah hikmat,
dan menjauhi kejahatan, itulah pengertian.’ ”
 
29
Kemuliaan yang Dahulu dan Kesengsaraan yang Sekarang
1 Ayub melanjutkan tuturannya, katanya,
2 “Kalau saja aku seperti dalam
bulan-bulan yang silam,
seperti pada hari-hari Allah melindungiku,
3 ketika pelita-Nya bersinar di atas kepalaku
dan dengan terang-Nya aku berjalan dalam kegelapan.
4 Kalau saja aku seperti pada masa mudaku,
ketika persahabatan Allah menaungi kemahku;
5 ketika Yang Mahakuasa masih bersamaku,
dan anak-anakku ada di sekelilingku;
6 ketika langkah-langkahku bermandikan dadih,
dan gunung batu mencucurkan aliran-aliran minyak bagiku.
7 Dahulu, ketika aku keluar ke pintu gerbang kota,
dan ketika kusediakan kursiku di alun-alun,
8 orang-orang muda melihatku dan undur diri,
sedang orang-orang tua bangkit berdiri;
9 para pembesar berhenti bicara
dan menekapkan tangan ke mulut;
10 suara para pemuka tak terdengar,
lidah mereka melekat ke langit-langit mulut.
11 Ketika telinga mendengar, aku disebut berbahagia;
ketika mata melihat, aku dipuji
12 karena aku menyelamatkan orang miskin yang berteriak minta tolong,
serta anak-anak yatim yang tak berpenolong.
13 Kudapat ucapan berkah dari orang yang nyaris binasa,
dan hati seorang janda kubuat bersorak-sorai.
14 Kebenaran kupakai sebagai pakaianku,
keadilan seperti jubah dan serban bagiku.
15 Aku menjadi mata bagi orang buta dan kaki bagi orang timpang.
16 Aku menjadi bapak bagi kaum duafa,
kuselidiki perkara orang yang tak kukenal.
17 Aku mematahkan geraham orang bejat
dan menyentakkan mangsa dari gigi-giginya.
18 Pikirku, ‘Aku akan mati di sarangku
dan memperbanyak hari-hariku seperti pasir.
19 Akarku menjulur ke air,
embun bermalam di cabangku.
20 Kemuliaanku tetap segar padaku,
busurku diperbaharui di tanganku.
21 Orang-orang mendengar dan menantikan aku,
mereka berdiam diri mendengarkan nasihatku.
22 Setelah aku berbicara, mereka tidak berbicara lagi,
perkataanku menetes atas mereka.
23 Mereka menantikan aku seperti menantikan hujan,
mereka mengangakan mulut seperti menadah hujan akhir musim.
24 Jika aku tersenyum kepada mereka, mereka tak dapat memercayainya
dan seri mukaku tak dapat mereka muramkan.
25 Aku memilihkan jalan bagi mereka dan duduk sebagai kepala.
Aku bersemayam seperti raja di tengah-tengah pasukannya,
seperti orang yang menghibur mereka yang berkabung.’
 
30
Kesengsaraan yang Dialami
1 Tetapi sekarang, aku ditertawakan mereka,
yang umurnya lebih muda daripadaku,
yang ayah-ayahnya kupandang terlalu hina
untuk ditempatkan bersama anjing
penjaga kawanan dombaku.
2 Lagi pula, apa gunanya bagiku kekuatan tangan mereka?
Mereka sudah kehabisan tenaga.
3 Mereka kurus karena kekurangan dan kelaparan,
mereka menggerogoti tanah yang gersang
di padang yang tandus dan sunyi.
4 Mereka memetik rumput asin di antara semak-semak
dan akar pohon arar menjadi makanan mereka.
5 Mereka dihalau dari antara manusia,
orang meneriaki mereka seperti meneriaki pencuri.
6 Mereka harus berdiam di alur-alur sungai kering,
di lubang-lubang tanah dan ceruk-ceruk batu.
7 Di tengah semak-semak mereka menjerit,
di bawah pohon-pohon duri mereka berkumpul.
8 Mereka anak-anak orang bodoh dan anak-anak orang yang tak dikenal,
mereka didepak dari negeri.
9 Sekarang, aku menjadi lagu ejekan mereka,
aku menjadi sindiran bagi mereka.
10 Mereka jijik melihat aku, dan menjauhkan diri dariku,
dan tidak segan-segan meludahi mukaku.
11 Karena Allah telah melepaskan tali busur-Nya dan menindas aku,
mereka pun tidak mengekang diri di hadapanku.
12 Di sebelah kananku gerombolan bangkit.
Mereka menjegal kakiku,
dan membangun jalan kemalangan untuk menyerang aku.
13 Mereka membongkar jalanku,
mengambil untung dari kemalanganku,
padahal mereka sendiri tidak punya penolong.
14 Mereka datang seolah-olah lewat lubang tembok yang lebar;
di tengah-tengah kehancuran, mereka datang bagai ombak bergulung-gulung.
15 Kedahsyatan dibalikkan terhadap aku,
kemuliaanku diburu seperti oleh angin,
kesejahteraanku lenyap seperti awan.
16 Sekarang jiwaku tercurah dalam diriku,
hari-hari kesusahan mencengkeram aku.
17 Malam menusuk tulang-tulangku,
nyeri yang menggerogoti aku tidak juga berhenti.
18 Pakaianku rusak oleh kuasa yang besar,
melekat padaku seperti leher tunikku.
19 Allah membuang aku ke dalam lumpur,
aku sudah seperti debu dan abu.
20 Aku berteriak minta tolong kepada-Mu, tetapi Engkau tidak menjawab.
Aku berdiri, tetapi Engkau hanya memandangku.
21 Engkau berubah jadi bengis terhadap aku,
dengan kekuatan tangan-Mu Engkau menganiaya aku.
22 Engkau mengangkat aku dengan angin, melayangkan aku,
dan menghempaskan aku dalam badai.
23 Aku tahu Engkau akan membawa aku kepada maut,
ke tempat yang ditentukan bagi semua yang hidup.
24 Sesungguhnya, tidak ada yang mengulurkan tangan kepada orang yang hancur
ketika ia berseru minta tolong dalam kemalangannya.
25 Bukankah aku menangis karena orang yang mengalami hari sukar?
Bukankah hatiku bersedih karena orang melarat?
26 Tetapi, ketika aku mengharapkan yang baik, datanglah yang jahat;
ketika aku menantikan terang, datanglah kelam.
27 Hatiku bergejolak dan tidak mau diam,
hari-hari kesusahan mendatangi aku.
28 Aku berjalan dengan kulit menghitam, tetapi bukan karena sinar matahari.
Aku berdiri di tengah-tengah jemaah dan berteriak minta tolong.
29 Aku menjadi saudara bagi serigala dan kawan bagi burung unta.
30 Kulitku menghitam dan mengelupas,
tulang-tulangku terbakar karena demam.
31 Bunyi kecapiku menjadi perkabungan,
dan bunyi serulingku menjadi suara orang menangis.
 
31
Sekali Lagi Nabi Ayub Mengaku Tidak Bersalah
1 Aku telah mengikat perjanjian dengan mataku,
masakan aku memperhatikan anak dara dengan bernafsu?
2 Apakah bagianku dari Allah di atas,
atau milik pusakaku dari Yang Mahakuasa di tempat yang tinggi?
3 Bukankah bencana bagi orang bejat,
dan kemalangan bagi para pelaku kejahatan?
4 Bukankah Allah melihat jalan-jalanku
dan menghitung segala langkahku?
5 Jika aku telah berjalan bersama dusta,
dan kakiku bergegas menuju tipu daya,
6 biarlah aku ditimbang dengan neraca yang benar
supaya Allah mengetahui ketulusan hatiku.
7 Jika langkahku menyimpang dari jalan
dan hatiku menuruti pandangan mataku,
atau jika noda melekat pada tanganku,
8 biarlah aku menabur, lalu orang lain memakan hasilnya,
dan biarlah hasil ladangku dicabut sampai ke akar-akarnya.
9 Jika hatiku terpikat kepada perempuan,
dan aku menghadang di pintu sesamaku,
10 biarlah istriku menggiling bagi orang lain
dan biarlah orang lain menidurinya
11 karena hal itu adalah kemesuman,
kesalahan yang patut dihukum oleh hakim.
12 Itulah api yang menghanguskan sampai ke tempat kebinasaan,
itulah yang mencabut seluruh hasilku sampai ke akar-akarnya.
13 Jika aku memandang hina hak hambaku laki-laki atau perempuan
ketika mereka beperkara dengan aku,
14 apakah yang bisa kulakukan apabila Allah bertindak?
Apabila Ia memeriksa aku, apakah jawabku kepada-Nya?
15 Bukankah Ia, yang menjadikan aku dalam kandungan, menjadikan orang itu juga?
Bukankah Satu juga yang membentuk kami dalam rahim?
16 Jika aku menolak keinginan fakir miskin,
membuat sayu mata seorang janda;
17 jika aku memakan makananku sendirian
dan anak yatim tidak turut memakannya—
18 malah sejak masa mudaku aku membesarkan dia seperti seorang ayah,
sejak dari kandungan ibuku aku menuntun janda itu;
19 jika aku melihat orang binasa karena tidak punya pakaian,
atau orang melarat tidak punya selimut,
20 dan hatinya tidak memohonkan berkah bagiku
karena ia dihangatkan oleh bulu dombaku;
21 jika aku mengacung-acungkan tinju terhadap anak yatim
sebab kulihat ada yang menolong aku di pintu gerbang,
22 maka biarlah bahuku lepas dari belikatku
dan lenganku patah dari persendiannya
23 karena aku takut kepada bencana dari Allah
dan di hadapan keluhuran-Nya aku tidak sanggup berbuat apa-apa.
24 Jika aku menaruh keyakinanku pada emas
atau berkata kepada emas murni, ‘Engkaulah andalanku;’
25 jika aku bersukacita karena besarnya kekayaanku
dan karena banyaknya perolehan tanganku;
26 jika aku memandang matahari ketika bersinar
atau bulan ketika beredar dengan indahnya
27 sehingga diam-diam hatiku terpikat
dan mulutku mengecup tanganku tanda hormat,
28 maka itu pun kesalahan
yang patut dihukum oleh hakim
karena aku mengingkari Allah yang di atas.
29 Jika aku bersukacita atas kemalangan orang yang membenci aku
atau meninggikan diri ketika malapetaka menimpanya—
30 aku tidak membiarkan mulutku berdosa,
menuntut nyawa orang itu dengan kutuk;
31 jika orang-orang di kemahku tidak berkata,
‘Siapa yang tidak dikenyangkan oleh lauk-pauknya?’—
32 tidak pernah pendatang bermalam di jalanan
sebab kubukakan pintuku bagi kafilah;
33 jika aku menutupi pelanggaranku seperti Adam
dengan menyembunyikan kesalahanku dalam dadaku
34 karena takut kepada orang banyak
dan penghinaan kaum keluarga yang mengejutkan aku
sehingga aku berdiam diri dan tidak keluar dari pintuku—
35 Ah, kalau saja ada yang mendengarkan aku!
Inilah tanda tanganku! Biarlah Yang Mahakuasa menjawab aku!
Kalau saja ada surat tuduhan yang ditulis pendakwaku!
36 Pastilah aku akan memikulnya di atas bahuku,
aku akan mengenakannya seperti mahkota.
37 Aku akan menyatakan jumlah langkahku kepada-Nya.
Aku akan menghampiri Dia selaku seorang pemuka.
38 Jika tanahku menjerit menentang aku
dan alur-alur bajaknya menangis bersama-sama;
39 jika aku memakan hasilnya tanpa membayar,
atau menyebabkan para pemiliknya kehilangan nyawa,
40 maka biarlah duri tumbuh ganti gandum,
dan lalang ganti jelai.”
Selesailah perkataan Ayub.
 
32
KATA-KATA ELIHU
PASAL 32-37
Elihu: Aku Pun Berhak Mengemukakan Pendapat
1 Ketiga orang itu berhenti menjawab Ayub karena Ayub menganggap dirinya benar. 2 Lalu, menyalalah amarah Elihu bin Barakheel, orang Bus dari kaum Ram itu. Ia marah kepada Ayub karena Ayub membenarkan dirinya, dan bukan membenarkan Allah. 3 Ia juga marah kepada ketiga sahabat Ayub karena mereka tidak bisa menjawab Ayub, namun mempersalahkan dia. 4 Elihu menanti kesempatan untuk dapat berbicara kepada Ayub sebab orang-orang itu berumur lebih tua daripada dia. 5 Tetapi, ketika Elihu melihat bahwa tidak ada jawaban lagi dari mulut ketiga orang itu, maka menyalalah amarahnya.
6 Elihu bin Barakheel, orang Bus itu, berkata,
“Aku ini masih muda, sedang kamu sudah tua,
sebab itu aku segan dan takut menyatakan pendapatku kepadamu.
7 Pikirku, ‘Yang berumurlah yang harus berbicara,
yang banyak tahunnyalah yang harus mengajarkan hikmat.’
8 Tetapi, ruh di dalam diri manusia, yaitu napas Yang Mahakuasa,
itulah yang memberi pengertian kepadanya.
9 Bukan yang banyak umurnya yang bijak,
bukan yang tua yang mengerti keadilan.
10 Sebab itu, aku berkata, ‘Dengarkanlah aku.
Aku juga hendak menyatakan pendapatku.’
11 Ketahuilah, aku telah menantikanmu ketika kamu berkata-kata,
dan aku telah mendengar pertimbanganmu
sementara kamu mencari kata-kata.
12 Aku memperhatikan kamu,
tetapi tak seorang pun menempelak Ayub,
tak seorang pun di antara kamu menjawab perkataannya.
13 Jangan berkata, ‘Kami sudah menemukan hikmat.
Biarlah Allah yang mengalahkan dia, bukan manusia.’
14 Ia tidak menyusun perkataan terhadap aku,
dan aku tidak akan menjawabnya dengan perkataanmu.
15 Mereka bingung, mereka tidak menjawab lagi,
mereka kehabisan kata.
16 Haruskah aku menanti karena mereka tidak berbicara
dan karena mereka berdiri saja tanpa menjawab lagi?
17 Aku juga hendak menjawab pada giliranku.
Aku juga hendak menyatakan pendapatku
18 karena aku penuh dengan perkataan;
ruh di dalam diriku mendesak aku.
19 Sesungguhnya, batinku seperti anggur yang belum dibuka,
seperti kirbat anggur baru yang hampir meletup.
20 Aku harus berkata-kata supaya lega,
aku harus membuka bibirku dan menjawab.
21 Aku tidak akan memihak siapa pun,
dan aku tidak akan menyanjung-nyanjung seorang pun
22 sebab aku tidak tahu bagaimana menyanjung-nyanjung;
jika demikian kulakukan, Khalikku akan segera mencabut nyawaku.
 
33
Allah Berfirman kepada Manusia dengan Berbagai Cara
1 Tetapi sekarang, hai Ayub, dengarlah penuturanku,
perhatikanlah segala perkataanku.
2 Lihatlah, mulutku kubuka,
lidahku dalam mulutku berbicara.
3 Perkataanku menyatakan kejujuran hatiku,
bibirku mengatakan dengan terang apa yang diketahuinya.
4 Ruh Allah telah menjadikan aku,
napas Yang Mahakuasa menghidupkan aku.
5 Jawablah aku jika engkau sanggup!
Susunlah perkataanmu di hadapanku!
Pertahankanlah pendapatmu!
6 Sesungguhnya, aku ini sama seperti engkau di hadapan Allah,
aku juga dibentuk dari tanah liat.
7 Jadi, engkau tidak usah takut dan merasa ngeri terhadap aku,
desakanku kepadamu tidak akan memberatkan.
8 Sungguh, engkau telah berkata-kata di dekat pendengaranku,
dan aku sudah mendengar bunyi perkataanmu,
9 ‘Aku suci, tanpa pelanggaran.
Aku bersih, tidak ada kesalahan padaku.
10 Tetapi, Ia menemukan alasan untuk menentang aku,
dianggap-Nya aku musuh-Nya.
11 Ia memasukkan kakiku ke dalam pasungan,
dan mengawasi segala jalanku.’
12 Namun, kujawab engkau: Dalam hal ini engkau tidak benar.
Allah itu lebih besar daripada manusia.
13 Mengapa engkau berbantah-bantah dengan Dia
karena Ia tidak menjelaskan segala tindakan-Nya?
14 Allah berfirman dengan satu dua cara,
tetapi orang tidak memperhatikannya.
15 Dalam mimpi, dalam penglihatan pada malam hari,
ketika tidur yang lelap melanda manusia,
atau ketika ia mengantuk di tempat tidur,
16 pada waktu itulah Ia membuka telinga manusia
dan memeteraikan teguran-teguran bagi mereka
17 supaya manusia dipalingkan dari perbuatannya
dan kesombongannya dilenyapkan.
18 Ia menahan jiwa manusia dari liang kubur,
juga hidupnya supaya jangan dilenyapkan oleh lembing.
19 Allah menegurnya dengan penderitaan di tempat tidurnya,
dan dengan nyeri yang terus-menerus ada dalam tulang-tulangnya
20 sehingga dirinya muak akan makanan,
dan jiwanya menolak makanan yang sedap-sedap.
21 Dagingnya susut sehingga tidak terlihat lagi,
dan tulang-tulangnya, yang dahulu tidak kelihatan, sekarang bertonjolan.
22 Jiwanya mendekati liang kubur
dan hidupnya mendekati para pembawa maut.
23 Jika ada seorang malaikat menyertainya,
atau seorang penengah, satu di antara seribu,
untuk menyatakan kepada manusia apa yang lurus,
24 maka Ia akan mengasihaninya dan berfirman,
‘Lepaskan dia supaya jangan ia turun ke liang kubur.
Aku sudah mendapat tebusan.’
25 Dagingnya akan disegarkan kembali lebih daripada kanak-kanak,
dan ia akan kembali kepada masa mudanya.
26 Ia berdoa kepada Allah dan Allah berkenan kepadanya
maka ia menghadap hadirat-Nya dengan sorak-sorai;
Allah mengembalikannya kepada kebenaran.
27 Lalu, ia datang kepada manusia, katanya,
‘Aku telah berdosa dan membengkokkan apa yang lurus,
tetapi hal itu tidak dibalaskan kepadaku.
28 Allah menebus jiwaku sehingga tidak masuk ke liang kubur.
Hidupku akan melihat terang.’
29 Sesungguhnya, semua hal itu dilakukan Allah
dua tiga kali terhadap manusia
30 untuk mengembalikan nyawanya dari liang kubur
sehingga ia disinari oleh terang kehidupan.
31 Perhatikanlah, hai Ayub, dengarkanlah aku.
Berdiamdirilah, aku hendak berbicara.
32 Jika ada yang ingin kaukatakan, jawablah aku.
Bicaralah, karena aku ingin membenarkan engkau.
33 Jika tidak, dengarlah aku.
Berdiamdirilah, aku akan mengajarkan hikmat kepadamu.”
 
34
Allah Tidak Berlaku Curang
1 Elihu berkata,
2 “Dengarkanlah perkataanku, hai orang-orang bijak.
Perhatikanlah aku, hai orang-orang berpengetahuan,
3 karena telinga menguji perkataan
seperti langit-langit mengecap makanan.
4 Mari kita putuskan bagi kita apa yang adil,
mari kita tentukan di antara kita apa yang baik.
5 Ayub berkata, ‘Aku benar,
tetapi Allah telah mengambil hakku.
6 Sungguhpun aku mempunyai hak,
aku dianggap pembohong.
Sungguhpun aku tidak melakukan pelanggaran,
lukaku tak tersembuhkan.’
7 Siapakah manusia seperti Ayub,
yang meminum olok-olok seperti air?
8 Ia bersekutu dengan para pelaku kejahatan,
dan bergaul dengan orang-orang fasik.
9 Katanya, ‘Tidak ada gunanya bagi manusia
kalau ia menyukakan diri dengan Allah.’
10 Sebab itu, dengarkanlah aku, hai orang-orang berakal,
‘Allah tak mungkin berbuat fasik,
Yang Mahakuasa tak mungkin berbuat zalim.’
11 a Ia membalas manusia menurut perbuatannya,
Ia membuat orang mendapat ganjaran menurut kelakuannya.
12 Sungguh, Allah tidak akan berbuat fasik,
Yang Mahakuasa tidak akan membengkokkan keadilan.
13 Siapa mempercayakan bumi kepada-Nya?
Siapa menanggungkan seluruh dunia kepada-Nya?
14 Jika Ia menetapkan kehendak-Nya
dan menarik kembali kepada-Nya Ruh-Nya serta napas-Nya,
15 maka putuslah nyawa semua makhluk bersama-sama,
dan manusia kembali menjadi debu.
16 Jika engkau memiliki pengertian, dengarkanlah ini,
perhatikanlah bunyi perkataanku.
17 Masakan pembenci keadilan memerintah?
Masakan kaupersalahkan Dia yang benar dan perkasa,
18 yang berfirman kepada raja, ‘Hai, orang dursila,’
dan kepada para bangsawan, ‘Hai, orang fasik,’
19 yang tidak memihak para pembesar
dan tidak memandang orang kaya lebih daripada orang miskin
karena mereka semua buatan tangan-Nya?
20 Dalam sesaat mereka mati.
Pada tengah malam orang digoyangkan, lalu lenyap,
orang-orang perkasa disingkirkan bukan oleh tangan manusia.
21 Mata-Nya memandang jalan-jalan manusia,
dan melihat segala langkahnya.
22 Tidak ada kegelapan atau bayang-bayang maut,
tempat para pelaku kejahatan dapat bersembunyi.
23 Tidak perlu Allah memeriksa manusia lagi
sehingga orang itu harus datang menghadap Dia di pengadilan.
24 Ia menghancurkan orang-orang perkasa tanpa pemeriksaan,
dan mengangkat orang-orang lain menggantikan mereka.
25 Jadi, Ia mengetahui pekerjaan mereka
dan menggulingkan mereka pada malam hari sehingga mereka hancur.
26 Ia menampar mereka karena kefasikan mereka
di tempat yang terlihat oleh orang lain
27 karena mereka menjauh dari-Nya
dan tidak mau mengindahkan segala jalan-Nya.
28 Mereka menyebabkan seruan orang miskin
sampai kepada-Nya,
dan Ia mendengar seruan orang yang tertindas.
29 Kalau Ia tenang-tenang saja, siapa dapat mempersalahkan?
Kalau Ia menyembunyikan wajah-Nya, siapa dapat memandang Dia?
Ia berkuasa atas suatu bangsa, dan juga atas diri seseorang
30 supaya jangan orang munafik naik takhta,
supaya jangan rakyat terjerat.
31 Adakah orang yang berkata kepada Allah,
‘Aku telah meninggikan diri, tetapi aku tidak akan lagi berbuat kesalahan.
32 Kiranya Kauajarkan kepadaku hal yang tidak kulihat.
Jika aku telah berbuat zalim, maka aku tidak akan melakukannya lagi’?
33 Haruskah Ia melakukan pembalasan menurut kehendakmu,
padahal engkau sendiri menolaknya?
Engkaulah yang harus memutuskan, bukan aku.
Sebab itu, katakanlah apa yang kauketahui.
34 Orang-orang yang berakal akan berkata kepadaku,
begitu pula orang bijak yang mendengarkan aku:
35 ‘Ayub berbicara tanpa pengetahuan.
Perkataannya tidak bijaksana.’
36 Andai Ayub diuji sampai penghabisan
karena ia menjawab seperti orang-orang jahat!
37 Ia menambahi dosanya dengan pelanggaran,
bertepuk tangan di antara kita seraya bermegah,
dan memperbanyak perkataannya menentang Allah.”
 
35
Allah Memperhatikan Penderitaan Manusia
1 Lalu, Elihu berkata,
2 “Inikah yang kauanggap adil?
Engkau berkata, ‘Kebenaranku melebihi kebenaran Allah.’
3 Engkau bertanya, ‘Apakah gunanya bagiku?
Apakah faedahnya bagiku kalau aku tidak berdosa?’
4 Aku akan memberi jawab kepadamu
dan kepada sahabat-sahabatmu yang ada bersamamu.
5 Pandanglah langit dan lihatlah,
perhatikanlah awan-awan yang lebih tinggi daripada engkau.
6 a Jika engkau berdosa, apakah yang kaulakukan terhadap Dia?
Jika pelanggaranmu banyak, apakah yang kauperbuat terhadap Dia?
7 Jika engkau benar, apakah yang kauberikan kepada-Nya?
Atau, apakah yang diterima-Nya dari tanganmu?
8 Kefasikanmu hanya mempengaruhi orang seperti engkau,
kebenaranmu hanya mempengaruhi bani Adam.
9 Orang menjerit karena banyaknya penindasan,
mereka berteriak minta tolong karena kekuatan para penguasa.
10 Tetapi, tidak ada yang bertanya, ‘Di manakah Allah, Khalikku,
yang memberikan nyanyian pada malam hari,
11 yang mengajari kami lebih daripada binatang-binatang di bumi
dan menjadikan kami lebih bijak daripada burung-burung di udara?’
12 Di sana mereka berseru-seru, tetapi Ia tidak menjawab
karena kecongkakan orang-orang jahat.
13 Sungguh, teriakan kosong tidak didengar Allah,
Yang Mahakuasa tidak menghiraukannya.
14 Apalagi ketika engkau berkata bahwa engkau tidak melihat-Nya,
bahwa perkaramu sudah ada di hadapan-Nya, tetapi engkau masih menanti-nantikan Dia.
15 Tetapi sekarang, karena murka-Nya belum menghukum
dan Ia tidak terlalu mempedulikan pelanggaran,
16 maka Ayub membuka mulutnya dengan sia-sia,
ia memperbanyak perkataan tanpa pengetahuan.”
 
36
Tujuan Kesengsaraan ialah Pertobatan
1 Elihu melanjutkan perkataan-nya,
2 “Bersabarlah sedikit dengan aku, aku hendak menyatakan sesuatu kepadamu
karena masih ada yang hendak kukatakan demi Allah.
3 Aku akan mengambil pengetahuanku dari jauh,
dan akan membenarkan Pembuatku.
4 Sungguh, perkataanku bukanlah kebohongan;
seorang yang sempurna pengetahuannya ada di depanmu.
5 Ketahuilah, Allah itu perkasa, tetapi tidak memandang hina siapa pun.
Ia perkasa, teguh kehendak-Nya.
6 Tidak dibiarkan-Nya orang fasik hidup,
tetapi diberi-Nya keadilan kepada orang yang tertindas.
7 Tidak ditarik-Nya pandangan-Nya dari orang benar,
tetapi didudukkan-Nya mereka dengan raja-raja di atas takhta untuk selama-lamanya
sehingga mereka ditinggikan.
8 Jika mereka dibelenggu dengan rantai,
tertangkap oleh tali-tali kesusahan,
9 maka dinyatakan-Nya kepada mereka perbuatan dan pelanggaran mereka
bahwa mereka telah berlaku congkak.
10 Ia membuka telinga mereka bagi pengajaran
dan menyuruh mereka bertobat dari kejahatan.
11 Jika mereka mendengar dan mau beribadah,
maka mereka akan menghabiskan hari-hari mereka dalam kemakmuran
dan tahun-tahun mereka dalam kenikmatan.
12 Tetapi, jika mereka tidak mendengar,
maka mereka akan dilenyapkan oleh lembing
dan putus nyawa tanpa pengetahuan.
13 Orang-orang yang berhati munafik menyimpan amarah,
mereka tidak berteriak minta tolong ketika Ia membelenggu mereka.
14 Nyawa mereka putus di masa muda,
hidup mereka berakhir di antara laki-laki pelacur kuila .
15 Ia melepaskan orang yang tertindas melalui ketertindasan mereka,
dan membuka telinga mereka melalui kesusahan.
16 Ia pun membujuk engkau keluar dari dalam kesesakan
ke tempat yang lapang, tempat tiada kesusahan.
Hidangan di mejamu penuh lemak.
17 Tetapi, engkau dipenuhi hukuman orang fasik,
hukuman dan keadilan mencengkeram engkau.
18 Jangan sampai kegusaran membujuk engkau mencemooh,
janganlah besarnya tebusan menyesatkan engkau.
19 Apakah kekayaanmu dapat menghindarkan engkau dari kesesakan,
atau segenap daya kekuatanmu?
20 Jangan rindukan malam hari,
saat bangsa-bangsa dilenyapkan dari tempatnya.
21 Berhati-hatilah, jangan berpaling kepada kejahatan,
sebab karena itulah engkau dicobai dengan kesengsaraan.
22 Sesungguhnya, Allah tinggi dalam kekuatan-Nya.
Siapa guru seperti Dia?
23 Siapa menentukan jalan bagi-Nya?
Siapa dapat berkata, ‘Engkau telah berbuat zalim’?
24 Ingatlah bahwa engkau harus memuliakan pekerjaan-Nya,
yang dinyanyikan oleh manusia.
25 Semua orang telah melihatnya,
manusia memandangnya dari jauh.
26 Sesungguhnya, Allah itu besar, tidak tercapai oleh pengetahuan kita.
Jumlah tahun-Nya tak terselidiki.
27 Ia menarik titik-titik air
yang tersuling menjadi hujan dari kabut,
28 yang dicurahkan awan-awan
dan diteteskan ke atas banyak manusia.
29 Siapa dapat memahami berkembangnya awan-awan,
dan bunyi gemuruh dari kediaman-Nya?
30 Sesungguhnya, Ia menyebarkan kilat-Nya di sekeliling-Nya,
dan menudungi dasar-dasar laut.
31 Dengan semua itu Ia menghakimi bangsa-bangsa,
dan mengaruniakan makanan dengan berlimpah.
32 Ia menyelubungi tangan-Nya dengan kilat,
dan menyuruhnya menyambar sasaran.
33 Guruh-Nya menyatakan kedatangan badai,
ternak pun menyatakannya.
 
37
Kemuliaan Allah di Alam Semesta
1 Karena hal itu juga hatiku gentar
dan melompat dari tempatnya.
2 Dengarlah baik-baik gegap gempita suara-Nya,
gemuruh yang keluar dari mulut-Nya;
3 Ia melepaskannya ke seluruh kolong langit,
juga kilat-Nya ke ujung-ujung bumi.
4 Kemudian, ada suara menderu,
Ia mengguruh dengan suara-Nya yang agung.
Kilat tidak ditahan-Nya ketika suara-Nya terdengar.
5 Allah mengguruh secara ajaib dengan suara-Nya,
dilakukan-Nya hal-hal besar yang tidak tercapai oleh pengetahuan kita.
6 Kepada salju Ia berfirman, ‘Jatuhlah ke bumi,’
begitu pula kepada hujan rintik-rintik dan hujan lebat, ‘Jadilah deras.’
7 Ditahan-Nya tangan setiap manusia
supaya semua orang berhenti bekerja.
8 Lalu, binatang masuk ke tempat persembunyiannya
dan berdiam dalam sarangnya.
9 Angin puyuh keluar dari kamarnya,
dan hawa dingin dari angin yang memecah.
10 Napas Allah menjadikan es,
dan perairan yang luas membeku.
11 Ia pun membebani awan-awan dengan air,
dan awan-awan memencarkan kilat-Nya.
12 Awan itu beredar ke sana kemari dengan tuntunan-Nya
untuk melakukan apa pun yang diperintahkan-Nya di muka bumi.
13 Ia mendatangkannya, baik sebagai tongkat hajaran,
sebagai berkah bagi bumi-Nya,
maupun sebagai wujud kasih abadi.
14 Dengarlah hal ini, hai Ayub.
Diamlah dan perhatikanlah keajaiban-keajaiban Allah.
15 Tahukah engkau bagaimana Allah menetapkan semuanya
dan menyinarkan kilat dari awan-Nya?
16 Tahukah engkau tentang melayangnya awan-awan,
tentang keajaiban-keajaiban dari Dia yang sempurna pengetahuan-Nya?
17 Hai engkau, yang pakaiannya menjadi panas
ketika Ia meneduhkan bumi dengan angin selatan,
18 dapatkah engkau menyertai Dia membentangkan langit,
yang kuat seperti cermin tuangan?
19 Beri tahu kami apa yang harus kami katakan kepada-Nya.
Kami tak dapat menyusun perkataan oleh karena kegelapan.
20 Haruskah diberitahukan kepada-Nya bahwa aku hendak bicara?
Masakan orang berkata bahwa ia ingin dicelakakan?
21 Sekarang orang tidak melihat terang
yang cemerlang di langit,
tetapi angin bertiup dan menjernihkannya.
22 Dari arah utara datang sinar keemasan.
Allah berselubungkan kemegahan yang dahsyat.
23 Yang Mahakuasa tak dapat kita pahami.
Besar kekuatan dan keadilan-Nya.
Dalam kebenaran-Nya yang limpah Ia tidak pernah menindas.
24 Itulah sebabnya, orang bertakwa kepada-Nya,
Ia tidak mengindahkan semua orang yang mengaku berhati bijak.”
 
38
ALLAH MENJAWAB NABI AYUB
PASAL 38-42
Kekuasaan Allah di Alam Semesta
1 Kemudian, Allah menjawab Ayub dari dalam badai,
2 “Siapakah ini, yang meragukan hikmat-Ku
dengan perkataan yang tidak berpengetahuan?
3 Bersiaplah engkau sebagai laki-laki;
Aku hendak bertanya kepadamu, dan engkau harus menjawab Aku.
4 Di manakah engkau ketika Aku meletakkan dasar bumi?
Nyatakanlah kalau engkau mengerti.
5 Siapakah yang menentukan ukuran bumi?
Tentu engkau tahu!
Atau, siapakah yang merentangkan tali pengukur atasnya?
6 Di atas apakah dasar-dasarnya ditanamkan?
Atau, siapakah yang meletakkan batu penjurunya
7 ketika bintang-bintang fajar bersorak-sorai bersama-sama
dan semua makhluk ilahi bersorak gembira?
8 a Siapakah yang menutup laut dengan pintu
ketika ia memancar keluar dari dalam rahim,
9 ketika Aku menjadikan awan-awan pakaiannya
dan kelam pekat kain bedungnya,
10 ketika Kuputuskan batas baginya
dan Kupasang palang serta pintu,
11 ketika Aku berfirman, ‘Sejauh ini engkau boleh pergi, tetapi tidak lebih.
Di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan berhenti’?
12 Seumur hidupmu pernahkah engkau memerintahkan terbitnya pagi,
atau memberi tahu fajar tempatnya
13 supaya ia memegang ujung-ujung bumi
dan mengebaskan orang fasik dari dalamnya?
14 Bumi berubah seperti tanah liat yang dimeteraikan,
segala sesuatu menjadi seperti pakaian.
15 Tetapi, terangnya ditahan dari orang fasik,
dan lengan yang terangkat dipatahkan.
16 Pernahkah engkau pergi sampai ke mata-mata air di laut,
atau menjalani tempat-tempat rahasia samudera?
17 Pernahkah pintu-pintu gerbang maut diperlihatkan kepadamu?
Pernahkah kaulihat pintu-pintu gerbang bayang-bayang maut?
18 Pernahkah kaupahami luasnya bumi?
Nyatakanlah kalau engkau tahu semua itu.
19 Di manakah jalan ke tempat kediaman terang?
Di manakah tempat tinggal kegelapan
20 sehingga engkau dapat mengantarnya ke daerahnya
dan mengetahui jalan ke rumahnya?
21 Tentu engkau tahu karena engkau sudah lahir pada waktu itu
dan jumlah harimu sudah banyak!
22 Pernahkah engkau masuk ke dalam perbendaharaan salju,
atau melihat perbendaharaan hujan es,
23 yang Kusimpan untuk masa kesesakan,
untuk hari pertempuran dan peperangan?
24 Di manakah jalan tempat kilat dibagikan,
tempat angin timur disebarkan ke atas bumi?
25 Siapakah yang membuka saluran bagi air bah
dan jalan bagi kilat guruh
26 untuk menghujani tanah yang tidak ada orangnya,
padang belantara yang tidak ada manusianya,
27 untuk mengenyangkan padang yang tandus dan sunyi,
serta untuk menumbuhkan tunas-tunas rumput muda?
28 Apakah hujan itu berayah?
Atau, siapakah yang menyebabkan titik-titik embun lahir?
29 Dari kandungan siapakah keluar es?
Siapakah yang melahirkan embun beku di langit
30 ketika air mengeras seperti batu
dan permukaan samudera membeku?
31 b Dapatkah engkau mengikat gugusan bintang Kartika,
atau melepaskan ikatan bintang Belantik?
32 Dapatkah engkau mengeluarkan rasi-rasi bintang pada masanya,
atau memandu bintang Biduk dengan anak-anaknya?
33 Tahukah engkau ketetapan-ketetapan langit?
Dapatkah engkau menetapkan pemerintahannya di atas bumi?
34 Dapatkah engkau menyaringkan suaramu sampai ke awan-awan,
atau meliputi dirimu dengan air bah?
35 Dapatkah engkau mengutus petir sehingga mereka pergi
sambil berkata kepadamu, ‘Inilah kami’?
36 Siapakah yang menaruh hikmat di dalam batin?
Atau, siapakah yang memberi pengertian kepada pikiran?
37 Siapakah yang dapat menghitung jumlah awan-awan dengan hikmat?
Siapakah yang dapat mencurahkan isi kirbat-kirbat langit
38 ketika debu tercetak jadi keras
dan gumpalan-gumpalan tanah berlekatan?
 
39
1 Dapatkah engkau memburu mangsa bagi singa betina,
atau memuaskan nafsu makan singa-singa muda
2 ketika mereka meringkuk dalam sarangnya
dan duduk di semak-semak untuk menyergap?
3 Siapakah yang menyediakan bekal bagi burung gagak
ketika anak-anaknya berteriak kepada Allah
dan berkeliaran sebab tidak ada makanan?
4 Tahukah engkau masa beranak kambing gunung?
Apakah engkau memperhatikan ketika rusa betina sakit beranak?
5 Dapatkah engkau menghitung bulan-bulan yang mereka genapi?
Tahukah engkau masa beranak mereka?
6 Mereka membungkuk, lalu melahirkan anak-anaknya,
mereka mengeluarkan buah sakit bersalinnya.
7 Anak-anak mereka menjadi kuat dan besar di padang terbuka,
lalu mereka pergi dan tidak kembali lagi kepada induknya.
8 Siapakah yang melepas keledai liar sehingga ia bebas?
Siapakah yang melepaskan tambatan keledai hutan?
9 Aku menentukan tanah dataran sebagai rumahnya,
padang asin sebagai tempat kediamannya.
10 Ditertawakannya keramaian kota,
dan tidak didengarnya teriakan penggiring ternak.
11 Dijelajahinya gunung-gunung padang rumputnya
dan dicarinya apa pun yang hijau.
12 Sudikah banteng melayanimu?
Maukah ia bermalam dekat kandang milikmu?
13 Dapatkah engkau mengikat banteng dengan tali di alur bajak?
Maukah ia menyisir tanah lembah mengikuti engkau?
14 Dapatkah engkau mengandalkan dia karena kekuatannya besar?
Dapatkah engkau menyerahkan kepadanya pekerjaanmu yang berat?
15 Dapatkah engkau percaya bahwa ia akan membawa pulang hasil tanahmu
dan mengumpulkannya di tempat pengirikanmu?
16 Sayap burung unta mengepak riang,
tetapi apakah seramah sayap dan bulu-bulu burung ranggung?
17 Ditinggalkannya telurnya di tanah,
dan dipanaskannya dalam debu.
18 Ia lupa bahwa sembarang kaki dapat memecahkannya,
atau binatang liar dapat menginjaknya.
19 Ia keras terhadap anak-anaknya, seolah-olah bukan anaknya sendiri.
Sungguhpun jerih lelahnya percuma, ia tidak takut
20 karena Allah tidak memberinya hikmat
dan tidak mengaruniakan kepadanya pengertian.
21 Ketika ia mengepakkan sayapnya tinggi-tinggi untuk berlari,
ia menertawakan kuda dan penunggangnya.
22 Engkaukah yang memberi kekuatan kepada kuda?
Engkaukah yang mengenakan surai pada tengkuknya?
23 Engkaukah yang membuatnya melompat seperti belalang?
Dengusnya yang gagah sungguh mengerikan.
24 Ia mengais-ngais di lembah dan bergirang karena kekuatannya.
Ia keluar menyongsong senjata.
25 Ia menertawakan kedahsyatan dan tidak kecut hati.
Ia tidak berpaling dari pedang.
26 Di atasnya ada tabung panah yang gemerencing,
tombak yang berkilat dan lembing.
27 Dengan garang dan gusar ditempuhnya tanah,
ia tidak dapat tenang ketika sangkakala berbunyi.
28 Setiap kali sangkakala berbunyi, ia berkata, ‘Nah!’
Ia mencium bau peperangan dari jauh,
gemuruh para panglima dan sorak-sorai.
29 Apakah oleh pengertianmu elang melayang tinggi
dan mengembangkan sayapnya ke arah selatan?
30 Apakah atas perintahmu rajawali membubung
dan membuat sarangnya di tempat yang tinggi?
31 Ia diam dan bermalam di bukit batu,
di atas tebing bukit batu dan tempat yang kokoh.
32 Dari situ ia mengintai makanannya,
matanya memandang dari jauh.
33 Anak-anaknya mengisap darah.
Di mana ada yang terbunuh, di situ ia ada.”
Nabi Ayub Merendahkan Diri di Hadapan Allah
34 Allah berfirman kepada Ayub,
35 “Apakah si penuduh mau berbantah melawan Yang Mahakuasa?
Biarlah dia yang menegur Allah menjawab!”
36 Jawab Ayub kepada Allah,
37 “Aku ini hina adanya, apa yang dapat kujawabkan kepada-Mu?
Tanganku kutekapkan ke mulut.
38 Aku sudah berbicara satu kali, tetapi aku tidak mau menjawab lagi—
bahkan dua kali, dan aku tidak mau menambahi lagi.”
 
40
Nabi Ayub Ditantang
1 Allah menjawab Ayub dari dalam badai,
2 “Bersiaplah engkau sebagai laki-laki.
Aku hendak bertanya kepadamu,
dan engkau harus menjawab Aku.
3 Apakah engkau mau membatalkan pengadilan-Ku?
Apakah engkau mau mempersalahkan Aku supaya engkau benar?
4 Apakah engkau berkuasa seperti Allah?
Dapatkah suaramu mengguruh seperti suara-Nya?
5 Hiasilah dirimu dengan keagungan dan keluhuran,
kenakanlah kemuliaan dan semarak.
6 Hamburkanlah amarahmu yang meluap-luap,
pandanglah setiap orang yang sombong dan rendahkanlah dia.
7 Pandanglah setiap orang yang sombong dan tundukkanlah dia,
injaklah orang fasik di tempatnya.
8 Kuburlah mereka bersama-sama dalam debu,
selubungilah muka mereka di tempat yang tersembunyi.
9 Maka, Aku sendiri akan mengakui
bahwa tangan kananmulah yang menyelamatkan engkau.
Lukisan tentang Behemot, Makhluk Raksasa
10 Lihatlah Behemota yang Kubuat sebagaimana halnya engkau.
Ia makan rumput seperti sapi.
11 Lihatlah, kekuatannya ada di pinggangnya,
tenaganya pada urat-urat perutnya.
12 Ia meregangkan ekornya seperti pohon aras,
otot-otot pahanya jalin-menjalin.
13 Tulang-tulangnya seperti pipa tembaga,
rangkanya seperti batang besi.
14 Dialah yang terutama dari pekerjaan Allah.
Hanya pembuatnyalah yang dapat mendekat dengan pedang-Nya.
15 Gunung-gunung menghasilkan makanan baginya,
segala binatang liar bermain di sana.
16 Di bawah pohon teratai ia berbaring,
tersembunyi dalam rumpun buluh di rawa-rawa.
17 Pohon teratai menaungi dia dengan bayang-bayangnya,
pohon-pohon gandarusa di tepi sungai mengelilinginya.
18 Sekalipun sungai meluap, ia tidak gentar.
Ia tetap tenang sekalipun Sungai Yordan bergelora melanda mulutnya.
19 Dapatkah orang menangkapnya ketika ia terjaga,
atau mencocok hidungnya dengan pengait?
Lukisan tentang Lewiatan
20 Dapatkah engkau menarik Lewiatanb dengan kail,
atau menahan lidahnya dengan tali?
21 Dapatkah engkau memasang tali di hidungnya,
atau mencocok rahangnya dengan kaitan?
22 Akankah ia mengajukan banyak permohonan kepadamu,
atau berbicara dengan kata-kata yang lembut kepadamu?
23 Akankah ia mengikat perjanjian denganmu
supaya engkau mengambil dia sebagai hambamu untuk selama-lamanya?
24 Akankah engkau bermain-main dengannya seperti dengan burung,
atau mengikatnya untuk anak-anak perempuanmu?
25 Dapatkah kelompok nelayan memperjualbelikan dia?
Dapatkah ia dibagi-bagi di antara para pedagang?
26 Dapatkah engkau menusuki kulitnya dengan tombak bermata tiga,
atau kepalanya dengan lembing penangkap ikan?
27 Taruhlah tanganmu atasnya,
dan ingatlah perlawanannya.
Engkau tidak akan melakukannya lagi!
28 Sesungguhnya, harapan untuk menangkapnya hanya hampa belaka.
Bukankah melihat rupanya saja orang pingsan?
 
41
1 Orang yang bengis pun tidak berani membangunkan dia.
Kalau begitu, siapa yang dapat bertahan di hadapan-Ku?
2 a Siapa lebih dahulu memberi kepada-Ku sehingga Aku harus membalasnya?
Segala sesuatu di seluruh kolong langit adalah milik-Ku.
3 Aku tidak mau berdiam diri mengenai anggota-anggota tubuhnya,
mengenai tenaganya dan bentuknya yang elok.
4 Siapa dapat melucuti pakaian luarnya?
Siapa dapat masuk ke dalam kekangnya yang dua lapis?
5 Siapa dapat membuka pintu moncongnya?
Di sekeliling giginya ada kengerian.
6 Ia menyombongkan sisiknya yang kuat,
yang tertutup rapat seperti dimeteraikan.
7 Sisiknya berdekatan satu sama lain
sehingga udara tidak dapat masuk ke antaranya;
8 berlekatan satu sama lain,
bertautan dan tak terpisahkan.
9 Bersinnya menyemburkan cahaya,
matanya seperti fajar merekah.
10 Dari mulutnya keluar obor,
bunga api bepercikan.
11 Dari lubang hidungnya keluar asap
seperti periuk mendidih oleh kumbuh yang terbakar.
12 Napasnya menyalakan bara,
nyala api keluar dari mulutnya.
13 Di tengkuknya tersimpan kekuatan,
ketakutan berlompatan di hadapannya.
14 Daging gelambirnya berlekatan,
mengeras pada tubuhnya dan tak tergerakkan.
15 Hatinya keras seperti batu,
keras seperti batu kilangan bawah.
16 Ketika ia bangkit, orang-orang kuat pun takut,
oleh labrakannya mereka menghilang.
17 Ia tidak mempan disergap dengan pedang,
begitu pula dengan tombak, anak panah, atau lembing.
18 Besi dianggapnya jerami,
tembaga dianggapnya kayu busuk.
19 Anak panah tidak dapat membuatnya lari,
batu umban berubah jadi tunggul jerami baginya.
20 Gada dianggapnya tunggul jerami,
ia tertawa mendengar gersakan lembing.
21 Bagian bawahnya seperti tembikar yang tajam,
di atas lumpur ia membujur seperti eretan pengirik.
22 Dibuatnya air yang dalam menggelegak seperti periuk.
Dibuatnya laut seperti kuali rempah-rempah.
23 Ditinggalkannya jalur yang bersinar di belakangnya
sehingga orang menyangka samudera beruban.
24 Tidak ada tandingannya di atas bumi!
Dialah makhluk yang dibuat tanpa rasa takut.
25 Dipandanginya semua yang tinggi;
ia adalah raja atas semua makhluk yang congkak.”
 
42
Nabi Ayub Mencabut Perkataannya dan Menyesal
1 Jawab Ayub kepada Allah,
2 “Aku tahu bahwa Engkau sanggup melakukan apa pun,
dan rancangan-Mu tidak dapat dicegah.
3 a ‘Siapakah ini, yang meragukan hikmat-Ku
dengan tidak berpengetahuan?’
Itulah sebabnya, aku telah menyatakan apa yang tidak kumengerti,
hal-hal yang terlalu ajaib bagiku, yang tidak kuketahui.
4 ‘Dengarkanlah, Aku hendak berfirman.
Aku hendak bertanya kepadamu, dan engkau harus menjawab Aku.’
5 Dahulu, Engkau hanya kudengar melalui telinga,
tetapi sekarang aku melihat Engkau dengan mataku.
6 Sebab itu, aku memandang hina diriku,
dan duduk menyesal di dalam debu dan abu.”
Nabi Ayub Dipulihkan
7 Setelah Allah menyampaikan firman itu kepada Ayub, berfirmanlah Allah kepada Elifas, orang Teman itu, “Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub. 8 Sekarang, ambillah tujuh ekor sapi jantan dan tujuh ekor domba jantan. Pergilah kepada hamba-Ku Ayub dan persembahkanlah kurban bakaran demi dirimu. Ayub, hamba-Ku, harus berdoa untuk kamu sebab hanya doanyalah yang akan Kuterima supaya jangan Aku memperlakukan kamu sesuai dengan kebodohanmu. Kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.” 9 Maka, pergilah Elifas orang Teman, Bildad orang Suah, dan Zofar orang Naama, lalu melaksanakan apa yang difirmankan Allah kepada mereka. Allah pun menerima permohonan Ayub.
10 b Setelah Ayub berdoa untuk sahabat-sahabatnya, Allah memulihkan keadaan mereka. Kemudian, Allah menambahkan kepada Ayub dua kali lipat dari segala miliknya dahulu. 11 Semua saudara laki-lakinya, saudara perempuannya, dan semua kenalannya yang lama datang kepadanya dan makan bersamanya di rumahnya. Mereka turut berdukacita dan menghibur dia karena segala malapetaka yang telah ditimpakan Allah kepadanya. Masing-masing mereka memberi dia sekeping uang dan sebuah cincin emas.
12 Allah memberkahi sisa hidup Ayub lebih daripada sebelumnya. Ia memiliki 14.000 ekor kambing dan domba, 6.000 ekor unta, 1.000 pasang sapi, dan 1.000 ekor keledai betina. 13 Ia juga memiliki tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan. 14 Anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia, dan yang ketiga Keren-hapukh.c 15 Di seluruh negeri tidak ada perempuan secantik anak-anak perempuan Ayub. Ayah mereka memberi mereka milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudara mereka yang lelaki.
16 Setelah itu, Ayub masih hidup 140 tahun lamanya. Ia melihat anak-cucunya sampai keturunan yang keempat. 17 Kemudian, Ayub pun meninggal, tua dan lanjut usia.