Ezra
1
Raja Kores Izinkan Orang-Orang Buangan Pulang ke Negerinya
1 a b Pada tahun pertama di zaman Kores, raja Persia, Allah menggerakkan hati Kores, raja Persia itu, untuk menggenapi firman Allah yang disampaikan melalui Yeremia. Dituliskannya maklumat, lalu disiarkannya di seluruh kerajaannya, demikian,
2 c “Beginilah titah Kores, raja Persia, ‘Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan Allah, Tuhan semesta langit, kepadaku. Ia menugaskan aku untuk membangun bait bagi-Nya di Yerusalem, di Tanah Yuda. 3 Siapa pun yang termasuk umat-Nya di antara kamu—kiranya Tuhannya menyertainya—dihimbau untuk pergi ke Yerusalem di Tanah Yuda dan membangun bait Allah, Tuhan bani Israil, yaitu Tuhan yang bersemayam di Yerusalem. 4 Setiap umat-Nya yang masih hidup, di mana pun ia tinggal sebagai pendatang, harus disokong oleh penduduk setempat dengan perak dan emas, harta benda dan ternak, di samping persembahan sukarela bagi Bait Allah di Yerusalem.’ ”
5 Kemudian, para kepala kaum keluarga orang Yuda dan Binyamin serta para imam dan orang-orang Lewi, yaitu semua orang yang hatinya digerakkan oleh Allah, bersiap untuk pergi dan membangun Bait Allah di Yerusalem. 6 Semua orang di sekitar mereka membantu membekali mereka dengan barang-barang perak dan emas, harta dan ternak, serta benda-benda berharga, selain dari segala sesuatu yang dipersembahkan dengan sukarela.
7 Raja Kores pun mengeluarkan perlengkapan-perlengkapan Bait Allah yang dulu diangkut Nebukadnezar dari Yerusalem dan yang kemudian ditaruhnya dalam kuil dewanya. 8 Semuanya dikeluarkan oleh Kores, raja Persia, dengan perantaraan Mitredat, bendahara negara, yang menghitungnya bagi Sesbazar, pemimpin orang Yuda.
9 Inilah daftarnya:
30 bokor emas,
1.000 bokor perak,
29 pisau,
10 30 cawan emas,
410 cawan perak jenis kedua, dan
1.000 perlengkapan lainnya.
11 Jumlah seluruh perlengkapan emas dan perak itu adalah 5.400 buah.
Semuanya dibawa oleh Sesbazar ketika orang-orang buangan pulang dari Babel ke Yerusalem.
 
2
Daftar Orang-Orang yang Kembali dari Tempat Penawanan
1 a Inilah orang-orang Provinsi Yuda yang pulang dari tempat penawanan, yaitu orang-orang yang dahulu dibuang ke Babel oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kemudian kembali ke Yerusalem serta ke Tanah Yuda, ke kota mereka masing-masing. 2 Mereka datang bersama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Seraya, Reelaya, Mordekhai, Bilsan, Mispar, Bigwai, Rehum, dan Baana.
Inilah daftar orang-orang bangsa Israil itu:
3 bani Paros, 2.172 orang;
4 bani Sefaca, 372 orang;
5 bani Arah, 775 orang;
6 bani Pahat-Moab, dari keturunan Yesua dan Yoab, 2.812 orang;
7 bani Elam, 1.254 orang;
8 bani Zatu, 945 orang;
9 bani Zakai, 760 orang;
10 bani Bani, 642 orang;
11 bani Bebai, 623 orang;
12 bani Azgad, 1.222 orang;
13 bani Adonikam, 666 orang;
14 bani Bigwai, 2.056 orang;
15 bani Adin, 454 orang;
16 bani Ater, dari Hizkia, 98 orang;
17 bani Bezai, 323 orang;
18 bani Yora, 112 orang;
19 bani Hasum, 223 orang;
20 bani Gibar, 95 orang;
21 bani Betlehem, 123 orang;
22 orang Netofa, 56 orang;
23 orang Anatot, 128 orang;
24 bani Azmawet, 42 orang;
25 bani Kiryat-Arim, Kefira, dan Beerot, 743 orang;
26 bani Rama dan Gaba, 621 orang;
27 orang Mikhmas, 122 orang;
28 orang Bait-El dan Ai, 223 orang;
29 bani Nebo, 52 orang;
30 bani Magbis, 156 orang;
31 bani Elam yang lain, 1.254 orang;
32 bani Harim, 320 orang;
33 bani Lod, Hadid, dan Ono, 725 orang;
34 bani Yerikho, 345 orang;
35 bani Senaa, 3.630 orang.
36 Para imam:
bani Yedaya, dari kaum keturunan Yesua, 973 orang;
37 bani Imer, 1.052 orang;
38 bani Pashur, 1.247 orang;
39 bani Harim, 1.017 orang.
40 Orang-orang Lewi:
bani Yesua dan Kadmiel, dari keturunan Hodawya, 74 orang.
41 Para penyanyi:
bani Asaf, 128 orang.
42 Keturunan para penjaga pintu gerbang:
bani Salum, bani Ater, bani Talmon, bani Akub, bani Hatita, bani Sobai, semuanya 139 orang.
43 Para hamba Bait Allah:
bani Ziha, bani Hasufa, bani Tabaot, 44 bani Keros, bani Siaha, bani Padon, 45 bani Lebana, bani Hagaba, bani Akub, 46 bani Hagab, bani Samlai, bani Hanan, 47 bani Gidel, bani Gahar, bani Reaya, 48 bani Rezin, bani Nekoda, bani Gazam, 49 bani Uza, bani Paseah, bani Besai, 50 bani Asna, bani Meunim, bani Nefusim, 51 bani Bakbuk, bani Hakufa, bani Harhur, 52 bani Bazlut, bani Mehida, bani Harsa, 53 bani Barkos, bani Sisera, bani Temah, 54 bani Neziah, bani Hatifa.
55 Keturunan para hamba Sulaiman:
bani Sotai, bani Soferet, bani Peruda, 56 bani Yaala, bani Darkon, bani Gidel, 57 bani Sefaca, bani Hatil, bani Pokheret-Hazebaim, bani Ami.
58 Jumlah seluruh hamba Bait Allah dan keturunan para hamba Sulaiman adalah 392 orang.
59 Orang-orang berikut datang dari Tel-Melah, Tel-Harsa, Kerub, Adan, dan Imer, tetapi mereka tidak dapat menyatakan apakah kaum keluarga dan keturunan mereka termasuk orang Israil:
60 bani Delaya, bani Tobia, bani Nekoda, 652 orang.
61 Dari keturunan para imam: bani Habaya, bani Hakos, dan bani Barzilai (orang ini memperistri seorang anak perempuan Barzilai, orang Gilead itu, lalu ia dinamai menurut nama keluarga itu).
62 Mereka itu mencari catatan nama mereka dalam daftar silsilah, tetapi tidak menemukannya. Sebab itu, mereka dinyatakan cemar untuk jabatan imam. 63 c Gubernur memerintahkan kepada mereka supaya jangan makan dari persembahan teramat suci sampai ada imam yang memegang Urim dan Tumimb .
64 Jadi, jumlah seluruh jemaah itu seluruhnya adalah 42.360 orang, 65 belum termasuk hamba-hamba mereka, baik laki-laki maupun perempuan, yang berjumlah 7.337 orang. Selain itu, pada mereka ada pula 200 penyanyi laki-laki dan perempuan. 66 Kuda mereka berjumlah 736 ekor, bagal mereka 245 ekor, 67 unta mereka 435 ekor, dan keledai mereka 6.720 ekor.
68 Sesampainya mereka di Bait Allah, yaitu di Yerusalem, beberapa orang kepala kaum keluarga memberikan persembahan sukarela untuk membangun Bait Allah pada tempatnya semula. 69 Mereka menyumbang sekadar kemampuan mereka untuk perbendaharaan pekerjaan itu sebanyak 61.000 dirhamd emas, 5.000 minae perak, dan 100 helai tunik imam.
70 f Para imam, orang-orang Lewi, sebagian rakyat, para penyanyi, para penjaga pintu gerbang, dan para hamba Bait Allah menetap di kota-kota mereka. Semua orang Israil pun menetap di kota-kota mereka.
 
3
Pembangunan Mazbah, Tempat Pembakaran Kurban
1 Ketika bulan ketujuh tiba dan bani Israil telah menetap di kota-kotanya, berkumpullah rakyat secara serentak di Yerusalem. 2 a Yesua bin Yozadak beserta saudara-saudaranya, para imam itu, dan Zerubabel bin Sealtiel beserta saudara-saudaranya segera membangun mazbah Tuhan bani Israil untuk mempersembahkan kurban bakaran di atasnya, seperti tertulis dalam Kitab Suci Taurat yang disampaikan Allah melalui Musa, abdi Allah. 3 b Mazbah itu mereka dirikan di tempatnya semula karena mereka merasa takut kepada bangsa-bangsa negeri itu. Lalu, di atas mazbah itu mereka mempersembahkan kepada Allah kurban bakaran, yaitu kurban bakaran pagi dan petang. 4 c Mereka juga merayakan Hari Raya Pondok Daun, seperti ada tertulis, dan mempersembahkan kurban bakaran hari demi hari sesuai dengan jumlah yang ditetapkan peraturan untuk setiap harinya. 5 Setelah itu, mereka mempersembahkan kurban bakaran yang tetap, kurban pada Bulan Baru, kurban pada setiap hari raya yang suci bagi Allah, dan kurban dari setiap orang yang memberikan persembahan sukarela sebagai ungkapan syukur kepada Allah.
6 Sejak hari pertama di bulan ketujuh mereka mulai mempersembahkan kurban bakaran kepada Allah. Akan tetapi, dasar Bait Suci Allah belum juga diletakkan. 7 Sebab itu, mereka memberi uang kepada tukang batu dan tukang kayu, juga memberi makanan, minuman, serta minyak kepada orang Sidon dan Tirus supaya orang-orang itu membawa kayu aras dari Libanon ke laut dekat Yafo sesuai dengan izin yang diberikan kepada mereka oleh Kores, raja Persia.
Peletakan Dasar Bait Allah
8 Pada tahun kedua setelah mereka sampai di Bait Allah di Yerusalem, tepatnya dalam bulan kedua, Zerubabel bin Sealtiel dan Yesua bin Yozadak beserta saudara-saudara mereka yang selebihnya, yaitu para imam, orang-orang Lewi, dan semua orang yang pulang dari tempat penawanan ke Yerusalem, memulai pekerjaan itu. Mereka menugaskan orang-orang Lewi yang berumur dua puluh tahun ke atas untuk mengawasi pekerjaan di Bait Allah. 9 Yesua dengan anak-anak dan saudara-saudaranya, juga Kadmiel dengan anak-anaknya, bani Yuda itu, menjalankan pengawasan bersama atas orang-orang yang melaksanakan pekerjaan di Bait Allah. Demikian pula bani Henadad dengan anak-anak dan saudara-saudara mereka, yaitu orang-orang Lewi.
10 d Ketika orang-orang yang membangun itu meletakkan dasar Bait Suci Allah, tampillah para imam dengan pakaian jabatan mereka sambil membawa nafiri, juga orang-orang Lewi dari bani Asaf sambil membawa ceracap. Mereka hendak memuji Allah menurut petunjuk Daud, raja Israil. 11 e Kemudian, mereka menyanyi berbalas-balasan sambil memuji dan mengucap syukur kepada Allah,
“Karena Ia baik,
kasih-Nya kekal selama-lamanya kepada Israil.”
Seluruh rakyat bersorak dengan suara nyaring sambil memuji Allah sebab dasar Bait Allah telah diletakkan.
12 Akan tetapi, di antara para imam, orang-orang Lewi, dan kepala-kepala kaum keluarga, yaitu orang tua-tua yang pernah melihat bait terdahulu, banyak yang menangis dengan suara nyaring ketika dasar bait itu diletakkan di depan mata mereka, sedang banyak orang bersorak-sorai dengan suara nyaring karena gembira. 13 Orang tidak dapat membedakan lagi mana bunyi sorak-sorai kegembiraan dan mana bunyi tangisan rakyat karena rakyat bersorak dengan suara nyaring sehingga bunyinya kedengaran sampai ke tempat yang jauh.
 
4
Pembangunan Terhambat Perlawanan
1 Ketika lawan-lawan orang Yuda dan Binyamin mendengar bahwa orang-orang yang pulang dari pembuangan itu sedang membangun Bait Suci bagi Allah, Tuhan yang disembah bani Israil, 2 a mereka pun mendekati Zerubabel dan para kepala kaum keluarga, lalu berkata, “Biarkan kami ikut membangun bersama kamu karena kami pun mencari hadirat Tuhanmu sama seperti kamu. Kami telah mempersembahkan kurban kepada-Nya sejak zaman Esar-Hadon, raja Asyur yang membawa kami kemari.”
3 Tetapi, Zerubabel, Yesua, dan para kepala kaum keluarga Israil yang lain berkata kepada mereka, “Kamu tidak ada kena-mengenanya dengan kami dalam urusan membangun bait bagi Tuhan kami. Kami sendirilah yang akan membangun bagi Allah, Tuhan yang disembah bani Israil, seperti diperintahkan oleh Kores, raja Persia itu, kepada kami.”
4 Maka, penduduk negeri itu mematahkan semangat rakyat Yuda dan menakut-nakuti mereka untuk membangun. 5 Sepanjang zaman pemerintahan Kores, raja Persia, sampai Darius, raja Persia, orang-orang itu menyogok para penasihat untuk melawan mereka supaya rencana mereka batal.
6 b Pada zaman pemerintahan Ahasweros, mereka menulis surat tuduhan terhadap penduduk Yuda dan Yerusalem. 7 Lalu, pada zaman Artahsasta, sepucuk surat ditulis oleh Bislam, Mitredat, Tabeel, dan rekan-rekan mereka yang lain kepada Artahsasta, raja Persia. Naskah surat itu ditulis dengan huruf Aram dan diterjemahkan ke dalam bahasa Aram. 8 Demikian pula Rehum, gubernur, dan Simsai, panitera, menulis sepucuk surat tentang Yerusalem kepada Raja Artahsasta, yang isinya sebagai berikut,
9 “Dari Rehum, gubernur, dan Simsai, panitera, serta rekan-rekannya yang lain, yaitu para hakim, para punggawa, para pejabat, orang Persia, orang Erekh, orang Babel, orang Susan (orang Elam), 10 juga bangsa-bangsa lain yang dibuang oleh Asnapar yang agung dan mulia itu, lalu ditempatkan di Kota Samaria dan di daerah lain di seberang Sungai Efrat.
11 (Inilah salinan surat yang mereka kirimkan kepadanya.)
Kepada Raja Artahsasta dari hamba-hamba Tuanku, orang-orang di daerah seberang Sungai Efrat.
12 Kiranya Raja maklum bahwa orang-orang Yuda, yang berangkat dari Tuanku ke tempat kami, telah tiba di Yerusalem. Mereka sedang membangun kembali kota yang durhaka dan jahat itu. Temboknya tengah mereka selesaikan, dan dasarnya tengah mereka perbaiki. 13 Sebab itu, kiranya Raja maklum bahwa jikalau kota itu telah dibangun kembali dan temboknya selesai dikerjakan, pastilah orang-orang itu tidak akan membayar pajak, upeti, atau cukai lagi sehingga pendapatan kerajaan akan berkurang. 14 Sekarang, karena kami mendapat penghidupan dari istana dan tidak patut bagi kami melihat Raja mendapat cela, maka kami mengirim pesan ini untuk memberitahu Raja 15 supaya diadakan penyelidikan dalam kitab riwayat nenek moyang Tuanku. Di dalam kitab riwayat itu Tuanku akan mendapati dan mengetahui bahwa kota itu adalah kota durhaka yang merugikan raja-raja serta provinsi-provinsi, dan sejak zaman dahulu orang selalu mengadakan pemberontakan di dalamnya. Itulah sebabnya, kota itu dimusnahkan. 16 Kami ingin memberitahu Raja bahwa jikalau kota itu telah dibangun kembali dan temboknya selesai dikerjakan, maka tidak akan ada lagi milik Tuanku di daerah seberang Sungai Efrat.”
17 Kemudian, raja mengirimkan surat balasan,
“Kepada Rehum, gubernur, Simsai, panitera, dan rekan-rekannya yang lain, yang tinggal di Samaria dan di daerah lain di seberang Sungai Efrat. Salam!
18 Surat yang kamu kirim kepada kami sudah dibaca di hadapanku dengan jelas. 19 Atas perintahku penyelidikan telah diadakan, dan didapati bahwa memang sejak zaman dahulu kota itu selalu bangkit melawan raja-raja dan bahwa di dalamnya orang selalu mengadakan pendurhakaan dan pemberontakan. 20 Dahulu ada raja-raja yang berkuasa atas Yerusalem, yang memerintah seluruh daerah di seberang Sungai Efrat, dan kepada mereka ini dibayarkan pajak, upeti, serta cukai. 21 Sebab itu, keluarkanlah perintah untuk menghentikan orang-orang itu supaya jangan kota itu dibangun kembali sampai keluar perintah dariku. 22 Perhatikanlah, jangan kamu lalaikan hal ini. Mengapa kerusakan itu harus bertambah besar sehingga kerajaan dirugikan?”
23 Setelah salinan surat Raja Artahsasta dibacakan di depan Rehum, Simsai, panitera itu, dan rekan-rekan mereka, maka pergilah mereka dengan segera ke Yerusalem menemui bani Israil, lalu menghentikan orang-orang itu dengan kekerasan dan paksaan.
24 Maka, terhentilah pekerjaan pembangunan Bait Allah di Yerusalem itu, dan tetap terhenti sampai tahun kedua pemerintahan Darius, raja Persia.
 
5
Pembangunan Bait Allah Dimulai Lagi Seizin Raja Darius
1 a Kemudian, dua orang nabi, yaitu Nabi Hagai dan Zakharia bin Ido, bernubuat terhadap bani Israil yang tinggal di Yuda dan di Yerusalem dengan nama Tuhan bani Israil, yang menaungi mereka. 2 b Maka, Zerubabel bin Sealtiel dan Yesua bin Yozadak segera memulai kembali pembangunan Bait Allah di Yerusalem. Mereka disertai dan didukung oleh nabi-nabi Allah itu.
3 Namun, pada saat yang sama datanglah kepada mereka Tatnai, gubernur daerah seberang Sungai Efrat, beserta Syetar-Boznai, dan rekan-rekan mereka. Beginilah kata orang-orang itu kepada mereka, “Siapakah yang memberi perintah kepadamu untuk membangun bait ini dan menyelesaikan tembok ini?” 4 Lalu, tanya orang-orang itu lagi kepada mereka, “Siapa nama orang-orang yang membangun gedung ini?” 5 Akan tetapi, pandangan Tuhan mereka tertuju kepada para tua-tua bani Israil sehingga mereka tidak disuruh berhenti sampai orang-orang itu menyampaikan laporan kepada Darius dan menerima surat balasan mengenai hal itu.
6 Inilah salinan surat yang dikirim Tatnai, gubernur daerah seberang sungai, beserta Syetar-Boznai dan rekan-rekannya, yaitu para punggawa yang tinggal di daerah seberang Sungai Efrat, kepada Raja Darius. 7 Laporan yang mereka kirimkan kepadanya tertulis demikian,
“Kepada Raja Darius.
Sejahtera sepenuhnya! 8 Kiranya Raja maklum bahwa kami telah pergi ke Provinsi Yuda, ke Bait Allah Yang Mahabesar. Bait itu sedang dibangun dengan batu yang besar-besar, dan tembok-temboknya dilapisi dengan kayu. Pekerjaan itu dikerjakan dengan saksama dan berjalan lancar di tangan mereka. 9 Kemudian, kami berbicara kepada para tua-tua itu dan bertanya kepada mereka, ‘Siapakah yang memerintahkan kamu untuk membangun bait ini dan menyelesaikan tembok ini?’ 10 Kami juga menanyakan kepada mereka nama-nama mereka serta mencatat nama orang-orang yang mengepalai mereka agar kami dapat memberitahukannya kepada Tuanku.
11 Beginilah jawaban yang mereka berikan kepada kami, ‘Kami adalah hamba-hamba Tuhan semesta langit dan bumi, dan kami sedang membangun kembali bait yang telah dibangun bertahun-tahun yang lampau. Seorang raja Israil yang agung dahulu membangun dan menyelesaikannya. 12 c Akan tetapi, karena nenek moyang kami membangkitkan murka Tuhan semesta langit, maka Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan Nebukadnezar, raja Babel, orang Kasdim, yang kemudian merusak bait itu dan membuang bangsa itu ke Babel. 13 d Tetapi, Kores, raja Babel, memberi perintah pada tahun pertama pemerintahannya agar Bait Allah ini dibangun kembali. 14 Bahkan perlengkapan-perlengkapan emas dan perak dari Bait Allah, yang dulu diambil oleh Nebukadnezar dari Bait Suci di Yerusalem dan yang kemudian dibawa ke dalam kuil di Babel, seluruhnya diambil oleh Raja Kores dari kuil di Babel dan diserahkan kepada seorang bernama Sesbazar, yang diangkatnya menjadi gubernur. 15 Titah raja kepadanya, “Ambillah perlengkapan-perlengkapan ini. Pergilah, taruhlah semua itu di Bait Suci di Yerusalem, dan biarlah Bait Allah dibangun kembali pada tempatnya semula.” 16 Selanjutnya, Sesbazar datang dan meletakkan dasar Bait Allah di Yerusalem. Maka, sejak saat itu sampai sekarang, bait itu dibangun, tetapi belum selesai.’
17 Sekarang, kalau baik menurut Raja, adakanlah kiranya penyelidikan dalam gedung perbendaharaan Raja di sana, di Babel, apakah pernah Raja Kores memberi perintah untuk membangun kembali Bait Allah di Yerusalem itu. Kemudian, sudilah Raja menyampaikan kehendaknya mengenai hal ini kepada kami.”
 
6
1 Setelah itu, atas perintah Raja Darius diadakanlah penyelidikan dalam gedung arsip, tempat disimpannya perbendaharaan di Babel. 2 Kemudian, di Ahmeta, dalam puri di Provinsi Media itu, didapatilah sebuah gulungan yang bertuliskan demikian di dalamnya,
“Piagam. 3 Pada tahun pertama pemerintahan Raja Kores, raja memberi perintah mengenai Bait Allah di Yerusalem:
Bait itu harus dibangun kembali sebagai tempat mempersembahkan kurban sembelihan, dan dasarnya harus diletakkan. Tingginya haruslah enam puluh hastaa dan lebarnya enam puluh hasta 4 dengan tiga lajur batu yang besar-besar dan satu lajur kayu. Biayanya harus dibayarkan dari istana raja. 5 Juga perlengkapan-perlengkapan emas dan perak dari Bait Allah, yang dulu diambil oleh Nebukadnezar dari Bait Suci di Yerusalem dan kemudian dibawa ke Babel, harus dikembalikan dan dibawa pulang ke Bait Suci di Yerusalem, ke tempatnya semula. Engkau harus menaruhnya di dalam Bait Allah.
6 Sekarang, hai Tatnai, gubernur daerah seberang Sungai Efrat, serta Syetar-Boznai dan rekan-rekanmu, yaitu para punggawa yang tinggal di daerah seberang Sungai Efrat, menjauhlah dari sana. 7 Biarkanlah pekerjaan pembangunan Bait Allah itu. Biarkanlah gubernur bani Israil dan para tua-tua bani Israil membangun Bait Allah itu di tempatnya semula.
8 Lagi pula, aku memberi perintah tentang apa yang harus kamu perbuat terhadap para tua-tua bani Israil ini dalam pembangunan Bait Allah itu: Kepada orang-orang itu haruslah diberikan biaya sepenuhnya tanpa berlambat-lambat dari harta kerajaan, yaitu dari pajak daerah seberang Sungai Efrat. 9 Apa yang mereka perlukan, yaitu anak lembu, domba jantan, dan anak domba sebagai kurban bakaran untuk dipersembahkan kepada Tuhan semesta langit, juga gandum, garam, anggur, dan minyak menurut petunjuk para imam di Yerusalem, haruslah diberikan kepada mereka setiap hari tanpa lalai 10 supaya mereka dapat mempersembahkan kurban yang harum aromanya di hadirat Tuhan semesta langit dan mendoakan keselamatan raja serta anak-anaknya.
11 Selanjutnya, aku memberi perintah bahwa apabila seseorang mengubah keputusan ini, maka sebatang tiang harus dicabut dari rumahnya, diruncingkan ujungnya dan ditusukkan ke dalam badan orang itu sampai tembus, lalu dinaikkan. Selain itu, rumahnya harus dijadikan tempat menimbun kotoran karena hal itu. 12 Semoga Allah, yang telah membuat nama-Nya bersemayam di sana, merobohkan setiap raja dan bangsa yang mengulurkan tangan untuk mengubah keputusan ini dan menghancurkan Bait Allah yang di Yerusalem itu. Aku, Darius, memberi perintah ini. Hendaklah itu dilaksanakan dengan saksama.”
Pekerjaan Selesai—Peresmian Bait Allah dan Hari Raya Paskah yang Pertama
13 Kemudian, Tatnai, gubernur daerah seberang Sungai Efrat, beserta Syetar-Boznai dan rekan-rekan mereka melaksanakan dengan saksama apa yang dipesankan oleh Raja Darius. 14 b Para tua-tua bani Israil pun melanjutkan pembangunan dengan baik di bawah dukungan nubuat Nabi Hagai dan Zakharia bin Ido. Mereka membangun dan menyelesaikan bait itu menurut perintah Tuhan yang disembah bani Israil, serta menurut ketetapan Kores, Darius, dan Artahsasta, raja-raja Persia. 15 Maka, selesailah bait itu pada hari ketiga di bulan Adar, dalam tahun keenam pemerintahan Raja Darius.
16 Kemudian, bani Israil, para imam, orang-orang Lewi, dan orang-orang lain yang pulang dari pembuangan merayakan peresmian Bait Allah itu dengan gembira. 17 Untuk peresmian Bait Allah itu mereka mempersembahkan seratus ekor lembu jantan, dua ratus ekor domba jantan, dan empat ratus ekor anak domba, juga dua belas ekor kambing jantan sebagai kurban penghapus dosa bagi semua orang Israil menurut jumlah suku-suku Israil. 18 Mereka menempatkan para imam menurut golongannya dan orang-orang Lewi menurut rombongannya untuk beribadah kepada Allah yang bersemayam di Yerusalem, seperti tertulis dalam Kitab Suci Taurat yang disampaikan Allah melalui Musa.
19 c Orang-orang yang pulang dari pembuangan itu merayakan Paskah pada hari keempat belas di bulan pertama. 20 Para imam dan orang-orang Lewi bersama-sama menyucikan diri sehingga sucilah mereka semua. Kemudian, orang-orang Lewi menyembelih kurban Paskah bagi semua yang pulang dari pembuangan, bagi saudara-saudara mereka, yaitu para imam, dan bagi diri mereka sendiri. 21 Bani Israil yang kembali dari pembuangan memakan kurban itu, demikian juga semua orang yang memisahkan diri dari kenajisan bangsa-bangsa negeri itu dan bergabung dengan mereka untuk mencari hadirat Allah, Tuhan yang disembah bani Israil. 22 d Mereka juga merayakan Hari Raya Roti Tak Beragi selama tujuh hari dengan sukacita karena Allah telah membuat mereka bersukacita dan mencondongkan hati raja Asyur kepada mereka sehingga ia membantu mereka dalam pekerjaan membangun bait Allah, Tuhan yang disembah bani Israil.
 
7
Imam Ezra Dipercayakan Atur Peribadatan dalam Bait Allah
1 Setelah peristiwa-peristiwa itu, pada masa pemerintahan Artahsasta, raja Persia, tampillah Ezra bin Seraya bin Azarya bin Hilkia 2 bin Salum bin Zadok bin Ahitub 3 bin Amarya bin Azarya bin Merayot 4 bin Zerahya bin Uzi bin Buki 5 bin Abisua bin Pinehas bin Eleazar bin Harun, imam kepala itu. 6 Ezra berangkat pulang dari Babel. Ia seorang ahli Kitab Suci, mahir dalam Kitab Suci Taurat yang diberikan Allah, Tuhan yang disembah bani Israil, melalui Musa. Segala permintaannya diluluskan oleh raja karena tangan Allah, Tuhannya, menaungi dia.
7 Beberapa orang dari bani Israil, imam-imam dan orang Lewi, para penyanyi, para penjaga pintu gerbang, serta para hamba Bait Allah juga berangkat pulang menuju Yerusalem pada tahun ketujuh zaman Raja Artahsasta. 8 Ezra sampai di Yerusalem di bulan kelima dalam tahun ketujuh zaman raja itu. 9 Pada hari pertama di bulan pertama ia memulai perjalanannya dari Babel, dan pada hari pertama di bulan kelima ia sampai di Yerusalem karena tangan Tuhannya yang baik menaungi dia. 10 Ezra memang telah menetapkan hati untuk menyelidiki hukum Allah, melakukannya, dan mengajarkan ketetapan serta peraturan di antara orang Israil.
11 Inilah salinan surat yang diberikan Raja Artahsasta kepada Imam Ezra, ahli Kitab Suci Taurat, ahli dalam ihwal perintah dan ketetapan Allah bagi orang Israil.
12 “Artahsasta, raja segala raja.
Kepada Imam Ezra, ahli hukum Tuhan semesta langit yang Mahasempurna.
13 Aku memberi perintah bahwa siapa pun yang termasuk bangsa Israil dalam kerajaanku termasuk imam-imamnya atau orang-orang Lewi, dan yang ingin pergi ke Yerusalem, ia boleh pergi bersamamu. 14 Engkau diutus oleh raja dan ketujuh penasihatnya untuk menyelidiki tentang Yuda dan Yerusalem menurut hukum Tuhanmu yang ada padamu. 15 Bawalah perak dan emas yang diberikan oleh raja dan para penasihatnya sebagai persembahan sukarela untuk bersyukur kepada Tuhan yang disembah bani Israil, yaitu Tuhan yang bersemayam di Yerusalem. 16 Bawa pulalah segala perak dan emas yang akan kau peroleh di seluruh Provinsi Babel, bersama persembahan sukarela yang akan diberikan rakyat dan para imam bagi bait Tuhan mereka yang ada di Yerusalem. 17 Pergunakanlah uang itu dengan saksama untuk membeli lembu-lembu jantan, domba-domba jantan, serta anak-anak domba dengan persembahan bahan makanan dan persembahan minumannya. Persembahkanlah semua itu di atas mazbah atau tempat pembakaran kurban dalam bait Tuhanmu di Yerusalem.
18 Mengenai perak dan emas yang selebihnya, lakukanlah apa yang baik menurut engkau dan saudara-saudaramu sesuai dengan kehendak Tuhanmu. 19 Sampaikanlah ke hadirat Allah di Yerusalem perlengkapan-perlengkapan yang diserahkan kepadamu untuk ibadah di bait Tuhanmu. 20 Jika ada hal lain yang diperlukan untuk bait Tuhanmu dan yang pembayarannya jadi tanggunganmu, bayarkanlah dari perbendaharaan kerajaan.
21 Aku, Raja Artahsasta, memberi perintah kepada semua bendahara di daerah seberang Sungai Efrat: Apa pun yang diminta darimu oleh Imam Ezra, ahli hukum Tuhan semesta langit itu, haruslah disediakan dengan saksama 22 sampai seratus talentaa perak, seratus korb gandum, seratus batc anggur, seratus bat minyak, dan garam tanpa batas. 23 Apa pun yang difirmankan oleh Tuhan semesta langit itu, laksanakanlah dengan tepat demi bait Tuhan semesta langit, sebab mengapakah murka harus menimpa pemerintahan raja dan anak-anaknya? 24 Lagi pula, kami memberitahukan kepadamu bahwa siapa pun dari antara para imam, orang Lewi, penyanyi, penjaga pintu gerbang, hamba Bait Allah, dan pelayan Bait Allah ini tidak boleh dikenakan pajak, upeti, atau cukai.
25 Engkau, hai Ezra, menurut hikmat Tuhanmu yang ada padamu, angkatlah hakim-hakim dan ahli-ahli hukum yang akan menghakimi seluruh rakyat di daerah seberang Sungai Efrat, yaitu semua orang yang mengetahui hukum Tuhanmu. Orang yang tidak mengetahuinya haruslah kauajar. 26 Siapa pun yang tidak mau melakukan hukum Tuhanmu dan hukum raja harus dijatuhi hukuman dengan segera, yaitu hukuman mati, pembuangan, penyitaan harta, atau pemenjaraan.”
27 Segala puji bagi Allah, Tuhan nenek moyang kita, yang telah menaruh hal semacam ini dalam hati raja sehingga ia menjunjung Bait Allah di Yerusalem, 28a dan yang telah menunjukkan kasih abadi kepadaku di hadapan raja, para penasihatnya, dan semua pembesar raja yang berkuasa!
Daftar Kepala Kaum Keluarga yang Pulang Bersama Imam Ezra
28b Aku pun menguatkan hati karena tangan Allah, Tuhanku, menaungi aku. Lalu, kukumpulkan beberapa pemimpin dari antara orang Israil untuk berangkat pulang bersamaku.
 
8
1 Inilah kepala-kepala kaum keluarga dan silsilah orang-orang yang berangkat pulang bersamaku dari Babel pada zaman pemerintahan Raja Artahsasta:
2 Gersom, dari bani Pinehas.
Daniel, dari bani Itamar.
Hatus, dari bani Daud 3 —Hatus adalah anak Sekhanya.
Zakharia, dari bani Paros, bersama 150 orang laki-laki lainnya yang tercatat dalam silsilah.
4 Elyo’enai bin Zerahya, dari bani Pahat-Moab, bersama 200 orang laki-laki lainnya.
5 Sekhanya bin Yahaziel, dari bani Zatu, bersama 300 orang laki-laki lainnya.
6 Ebed bin Yonatan, dari bani Adin, bersama 50 orang laki-laki lainnya.
7 Yesaya bin Atalya, dari bani Elam, bersama 70 orang laki-laki lainnya.
8 Zebaja bin Mikhail, dari bani Sefaca, bersama 80 orang laki-laki lainnya.
9 Obaja bin Yehiel, dari bani Yoab, bersama 218 orang laki-laki lainnya.
10 Selomit bin Yosifya, dari bani Bani, bersama 160 orang laki-laki lainnya.
11 Zakharia bin Bebai, dari bani Bebai, bersama 28 orang laki-laki lainnya.
12 Yohanan bin Hakatan, dari bani Azgad, bersama 110 orang laki-laki lainnya.
13 Elifelet, Yehiel, dan Semaya, dari bani Adonikam yang datang kemudian, bersama 60 orang laki-laki lainnya.
14 Utai dan Zabud, dari bani Bigwai, bersama 70 orang laki-laki lainnya.
Persiapan Perjalanan
15 Mereka kukumpulkan di tepi sungai yang mengalir ke Ahawa, dan di sana kami berkemah tiga hari lamanya. Ketika aku memeriksa rakyat dan para imam, tidak kudapati seorang pun dari bani Lewi di sana. 16 Sebab itu, kusuruh orang untuk memanggil Eliezer, Ariel, Semaya, Elnatan, Yarib, Elnatan, Natan, Zakharia, dan Mesulam, yaitu para pemimpin, juga Yoyarib dan Elnatan, para pengajar. 17 Mereka kuminta pergi menemui Ido, kepala di daerah Kasifya. Kuajarkan kepada mereka apa yang harus dikatakan kepada Ido dan saudara-saudaranya, para hamba Bait Allah di daerah Kasifya itu, supaya didatangkan kepada kami para penyelengara ibadah untuk bait Tuhan kami. 18 Karena tangan Tuhan kami yang baik itu menaungi kami, maka mereka mendatangkan kepada kami Serebya, seorang yang bijaksana dari bani Mahli bin Lewi bin Israil, bersama anak-anak dan saudara-saudaranya, 18 orang jumlahnya; 19 juga Hasabya dan Yesaya dari bani Merari beserta saudara-saudaranya dan anak-anak mereka, 20 orang jumlahnya; 20 serta para hamba Bait Allah yang ditetapkan Daud dan para pembesar untuk melayani orang-orang Lewi, 220 orang jumlahnya, semuanya ditunjuk dengan disebut namanya.
21 Lalu, kumaklumkan puasa di sana, di tepi Sungai Ahawa, supaya kami merendahkan diri di hadirat Tuhan kami dan memohon kepada-Nya jalan yang aman bagi kami, anak-anak kami, serta segala harta benda kami. 22 Aku malu meminta pasukan dan orang berkuda kepada raja untuk membantu kami menghadapi musuh di jalan sebab kami telah berkata kepada raja, “Tangan Tuhan kami penuh kemurahan bagi semua orang yang mencari hadirat-Nya, tetapi kuasa-Nya dan murka-Nya menimpa semua orang yang meninggalkan Dia.” 23 Jadi, kami berpuasa dan memohonkan hal itu kepada Tuhan kami, dan Ia mengabulkan permohonan kami.
24 Kemudian, aku memilih dua belas orang pemuka imam, yaitu Serebya, Hasabya, dan sepuluh orang dari antara saudara-saudara mereka. 25 Kutimbangkan bagi mereka perak, emas, dan berbagai perlengkapan, yaitu persembahan khusus bagi bait Tuhan kami yang diberikan oleh raja, para penasihatnya, para pembesarnya, dan semua orang Israil yang hadir di situ. 26 Kutimbangkan bagi mereka 650 talenta perak, 100 talenta perlengkapan perak, 100 talenta emas, 27 20 cawan emas seharga 1.000 dirhama , dan dua perlengkapan tembaga yang mengkilat dan indah, senilai emas.
28 Kataku kepada mereka, “Kamu suci bagi Allah, dan perlengkapan-perlengkapan ini pun suci. Perak dan emas ini adalah persembahan sukarela sebagai ungkapan syukur kepada Allah, Tuhan nenek moyangmu. 29 Awasi dan jagalah semua itu sampai kamu menimbangnya di depan para pemuka imam, orang-orang Lewi, dan para pemimpin kaum keluarga bani Israil di Yerusalem, di dalam bilik-bilik Bait Allah.” 30 Lalu, para imam dan orang-orang Lewi menerima perak, emas, dan perlengkapan-perlengkapan yang telah ditimbang itu untuk dibawa ke Yerusalem, ke bait Tuhan kami.
Tiba di Yerusalem
31 Pada hari kedua belas di bulan pertama, kami berangkat dari Sungai Ahawa menuju Yerusalem. Tangan Tuhan kami menaungi kami dan menyelamatkan kami dari tangan musuh serta penyamun di jalan. 32 Setelah sampai di Yerusalem kami pun beristirahat di sana tiga hari lamanya. 33 Pada hari keempat Imam Meremot bin Uria serta Eleazar bin Pinehas menimbang perak, emas, dan berbagai perlengkapan itu di dalam bait Tuhan kami. Mereka dibantu oleh Yozabad bin Yesua dan Noaja bin Binui, orang-orang Lewi. 34 Semuanya dihitung dan ditimbang, lalu jumlah timbangannya dicatat pada saat itu juga.
35 Orang-orang yang kembali dari pembuangan, yaitu mereka yang pulang dari tempat penawanan, mempersembahkan kurban bakaran kepada Tuhan bani Israil, berupa lembu jantan sejumlah dua belas ekor untuk semua orang Israil, domba jantan sejumlah sembilan puluh enam ekor, anak domba sejumlah tujuh puluh tujuh ekor, dan kambing jantan sejumlah dua belas ekor sebagai kurban penghapus dosa. Semua itu adalah kurban bakaran yang dipersembahkan kepada Allah. 36 Mereka juga menyampaikan surat perintah raja kepada para wakil raja dan para gubernur daerah seberang Sungai Efrat sehingga orang-orang ini pun menyokong rakyat dan Bait Allah.
 
9
Imam Ezra Akui Kesalahan Bani Israil dalam Doa
1 Setelah semuanya selesai, datanglah para pemimpin mendekati aku dan berkata, “Rakyat Israil, para imam, dan orang-orang Lewi tidak memisahkan diri dari penduduk negeri ini, yaitu orang Kanaan, orang Het, orang Feris, orang Yebus, orang Amon, orang Moab, orang Mesir, dan orang Amori, serta hal-hal keji yang dilakukan orang-orang itu. 2 Mereka mengambil istri dari antara anak perempuan orang-orang itu bagi mereka sendiri dan bagi anak-anak mereka sehingga benih yang suci bercampur dengan bangsa-bangsa negeri ini. Bahkan para pemimpin dan para penguasalah yang lebih dahulu melakukan kemungkaran ini.”
3 Begitu kudengar perkataan itu, kukoyakkan pakaianku dan jubahku, kurenggut-renggut rambut kepalaku dan janggutku, lalu aku duduk tertegun. 4 Maka, semua orang yang berkhidmat kepada firman Tuhan bani Israil berkumpul di sekelilingku oleh karena kemungkaran orang-orang buangan itu. Aku sendiri duduk tertegun sampai waktu persembahan petang.
5 Pada waktu persembahan petang, bangkitlah aku dan berhenti merendahkan diri. Lalu, dengan pakaian dan jubah terkoyak, aku sujud bertelut dan menadahkan tangan kepada Allah, Tuhanku.
6 Kataku, “Ya Tuhanku, aku malu dan merasa beraib. Tidak berani kutengadahkan muka kepada-Mu, Tuhanku, karena kedurjanaan kami bertambah-tambah melebihi kepala kami dan kesalahan kami menggunung sampai ke langit. 7 Sejak zaman nenek moyang kami sampai hari ini sangatlah besar kesalahan kami. Karena kedurjanaan kami, kami bersama raja-raja dan imam-imam kami telah diserahkan ke dalam tangan raja-raja berbagai negeri, kepada pedang, penawanan, perampasan, dan pencorengan muka, seperti yang terjadi pada hari ini.
8 Tetapi sekarang, dalam sekejap saja, belas kasihan ditunjukkan Allah, Tuhan kami, yang meninggalkan pada kami orang-orang yang terluput dan yang memberi kami kedudukan teguh di tempat-Nya yang suci. Dengan demikian, Tuhan kami membuat mata kami berseri-seri dan memberi kami sedikit kelegaan dalam perhambaan kami. 9 Kami memang menjadi hamba, tetapi dalam perhambaan itu kami tidak ditinggalkan Tuhan kami. Ditunjukkan-Nya kasih abadi kepada kami di hadapan raja-raja Persia sehingga kami diberi kelegaan dalam mendirikan bait Tuhan kami dan menegakkan kembali reruntuhannya, dan kami diberi tembok pelindung di Tanah Yuda serta di Yerusalem.
10 Sekarang, ya Tuhan kami, apa lagi yang dapat kami katakan setelah semua hal itu? Kami memang telah mengabaikan perintah-Mu, 11 yang Kauberikan dengan perantaraan hamba-hamba-Mu, para nabi, dengan berfirman, ‘Negeri yang kamu masuki untuk kamu duduki itu adalah negeri yang cemar oleh kecemaran bangsa-bangsa negeri itu. Dengan praktik-praktik keji mereka, mereka penuhi negeri itu dengan kenajisan dari ujung ke ujung. 12 a Sebab itu, jangan berikan anak-anak perempuanmu untuk menjadi istri anak-anak lelaki mereka, dan jangan ambil anak-anak perempuan mereka untuk menjadi istri anak-anak lelakimu. Jangan ikhtiarkan kesejahteraan dan kebahagiaan mereka sampai selama-lamanya supaya kamu menjadi kuat, menikmati hasil yang baik dari negeri itu, dan mewariskannya kepada anak-anakmu sampai selama-lamanya.’
13 Setelah semua yang menimpa kami akibat perbuatan kami yang jahat dan kesalahan kami yang besar—sementara Engkau, ya Tuhan kami, tidak menghukum kami setimpal dengan kesalahan kami dan masih mengaruniakan kepada kami orang-orang yang terluput sebanyak ini— 14 patutkah kami melanggar perintah-Mu lagi dan kawin-mawin dengan bangsa-bangsa yang keji ini? Tidakkah Engkau akan marah kepada kami sehingga kami dihabiskan tanpa ada lagi yang tersisa atau terluput? 15 Ya Allah, Tuhan yang disembah bani Israil, Engkaulah yang benar! Namun, kami masih ditinggalkan sebagai orang-orang yang terluput, seperti yang terjadi pada hari ini. Lihatlah, kami menghadap hadirat-Mu dengan kesalahan kami meskipun tidak ada yang tahan berdiri di hadapan-Mu karena hal ini.”
 
10
Tindakan Imam Ezra terhadap Kawin Campur
1 Sementara Ezra berdoa dan mengaku dosa, menangis dan bersujud di depan Bait Allah, berkumpullah di sekelilingnya jemaah orang Israil dalam jumlah yang sangat besar terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Rakyat itu pun menangis tersedu-sedu. 2 Lalu, Sekhanya bin Yehiel dari bani Elam berkata kepada Ezra, “Kami telah berbuat mungkar terhadap Tuhan kita karena kami telah memperistri perempuan asing dari antara bangsa-bangsa negeri ini. Tetapi sekarang, masih ada harapan bagi orang Israil sehubungan dengan hal ini. 3 Sebab itu, biarlah kami mengikat perjanjian dengan Tuhan kita bahwa kami akan mengusir semua istri kami beserta anak-anak yang mereka lahirkan sesuai dengan nasihat Tuan dan orang-orang yang berkhidmat kepada perintah Tuhan kita. Biarlah hal itu dilaksanakan menurut hukum Taurat. 4 Bangkitlah, karena hal ini adalah tugas Tuan. Kami akan menyertai Tuan. Kuatkanlah hati Tuan dan bertindaklah.”
5 Ezra bangkit, lalu menyuruh para pemuka imam, orang-orang Lewi, dan semua orang Israil bersumpah bahwa mereka akan berbuat seperti yang telah dikatakan tadi. Maka, bersumpahlah mereka. 6 Kemudian, Ezra beranjak dari depan Bait Allah dan pergi ke bilik Yohanan bin Elyasib. Di sana pun ia tidak makan roti atau minum air karena ia berkabung atas kemungkaran orang-orang buangan itu.
7 Lalu, di seluruh Yuda dan di Yerusalem disiarkanlah pengumuman kepada semua orang yang pulang dari pembuangan agar mereka berkumpul di Yerusalem. 8 Siapa pun yang tidak datang dalam waktu tiga hari, maka menurut keputusan para pemimpin dan tua-tua, segala harta bendanya akan disita dan ia sendiri akan dikucilkan dari jemaah yang pulang dari pembuangan.
9 Maka, dalam waktu tiga hari berkumpullah semua orang Yuda dan Binyamin di Yerusalem, tepatnya pada hari kedua puluh di bulan kesembilan. Seluruh rakyat duduk di halaman Bait Allah sambil menggigil karena perkara itu dan juga karena hujan lebat. 10 Kemudian, Imam Ezra berdiri dan berkata kepada mereka, “Kamu telah berbuat mungkar. Kamu telah memperistri perempuan asing sehingga kesalahan orang Israil bertambah-tambah. 11 Sekarang, buatlah pengakuan kepada Allah, Tuhan yang disembah nenek moyangmu, dan lakukanlah apa yang menjadi kehendak-Nya. Pisahkanlah dirimu dari bangsa-bangsa negeri ini dan dari perempuan-perempuan asing.”
12 Seluruh jemaah itu menjawab dengan suara nyaring, “Ya, kami wajib melakukan apa yang Tuan katakan. 13 Namun, rakyat ini besar jumlahnya dan saat ini hujan lebat. Kami tidak kuat lagi berdiri di luar. Lagi pula, ini bukan pekerjaan satu dua hari karena kami telah melakukan pelanggaran yang besar dalam hal ini. 14 Biarlah para pemimpin kami mewakili seluruh jemaah. Kemudian, biarlah semua orang di kota-kota kami yang memperistri perempuan asing datang menghadap pada waktu-waktu tertentu bersama para tua-tua dan para hakim setiap kota sampai murka Tuhan kita yang menyala-nyala karena hal ini dijauhkan dari kami.” 15 Hanya Yonatan bin Asael dan Yahzeya bin Tikwa saja yang tetap menentang perkara itu, didukung oleh Mesulam dan Sabetai, orang Lewi.
16 Sedangkan orang-orang yang pulang dari pembuangan bersedia melaksanakannya. Imam Ezra pun memilih beberapa orang kepala kaum keluarga, masing-masing menurut kaum keluarganya dan dengan disebutkan namanya. Pada hari pertama di bulan kesepuluh mereka duduk untuk mulai menyelidiki hal itu, 17 dan pada hari pertama di bulan pertama urusan mengenai semua orang yang memperistri perempuan asing itu telah mereka selesaikan.
18 Di antara keturunan imam didapati beberapa orang yang memperistri perempuan asing, yaitu:
Dari bani Yesua bin Yozadak dan saudara-saudaranya: Maaseya, Eliezer, Yarib, dan Gedalya.
19 Mereka membuat persetujuan untuk mengusir istri mereka. Karena kesalahan mereka itu, mereka mempersembahkan seekor domba jantan dari kawanan kambing domba sebagai kurban penebus kesalahan.
20 Dari bani Imer: Hanani dan Zebaja.
21 Dari bani Harim: Maaseya, Elia, Semaya, Yehiel, dan Uzia.
22 Dari bani Pashur: Elyo’enai, Maaseya, Ismael, Netaneel, Yozabad, dan Elasa.
23 Dari kalangan orang Lewi: Yozabad, Simei, Kelaya (Kelita), Petahya, Yuda, dan Eliezer.
24 Dari para penyanyi: Elyasib.
Dari kalangan para penjaga pintu gerbang: Salum, Telem, dan Uri.
25 Sementara dari orang Israil lainnya, yaitu:
Dari bani Paros: Ramya, Yezia, Malkia, Miyamin, Eleazar, Malkia, dan Benaya.
26 Dari bani Elam: Matanya, Zakharia, Yehiel, Abdi, Yeremot, dan Elia.
27 Dari bani Zatu: Elyo’enai, Elyasib, Matanya, Yeremot, Zabad, dan Aziza.
28 Dari bani Bebai: Yohanan, Hananya, Zabai, dan Atlai.
29 Dari bani Bani: Mesulam, Malukh, Adaya, Yasub, Seal, dan Yeramot.
30 Dari bani Pahat-Moab: Adna, Kelal, Benaya, Maaseya, Matania, Bezaleel, Binui, dan Manasye.
31 Dari bani Harim: Eliezer, Yisia, Malkia, Semaya, dan Simeon, 32 juga Binyamin, Malukh, dan Semarya.
33 Dari bani Hasum: Matnai, Matata, Zabad, Elifelet, Yeremai, Manasye, dan Simei.
34 Dari bani Bani: Maadai, Amram, dan Uel, 35 juga Benaya, Bedeya, Keluhu, 36 Wanya, Meremot, Elyasib, 37 Matanya, Matnai, dan Yaasai.
38 Dari bani Binui: Simei, 39 juga Selemya, Natan, Adaya, 40 Makhnadbai, Sasai, Sarai, 41 Azareel, Selemya, Semarya, 42 Salum, Amarya, dan Yusuf.
43 Dari bani Nebo: Yeiel, Matica, Zabad, Zebina, Yadai, Yo’el, dan Benaya.
44 Mereka semua telah mengambil istri dari antara perempuan asing, dan sebagian dari istri-istri mereka itu telah memberi mereka anak-anak.